MEDIAJURNAL » Lifestyle » Stiker Penutup Gambar Seram di Bungkus Rokok Kini Dijual Rp 1000 Saja

Stiker Penutup Gambar Seram di Bungkus Rokok Kini Dijual Rp 1000 Saja

Written by on |
Stiker Penutup Bungkus Rokok

Stiker Penutup Bungkus Rokok / Twitter

Kalau ada yang bilang bahwa bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa yang kreatif di dunia mungkin benar adanya bila melihat kreatifitas dari masyarakat Indonesia yang semakin beragam saja, terutama dalam ‘mengakali’ suatu peraturan atau kebijakan.

Keputusan menteri kesehatan untuk mencantumkan gambar-gambar seram pada bungkus rokok demi upaya untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia ternyata masih saja bisa diakali. Para perokok kini tak perlu takut lagi melihat gambar seram di bungkus rokok karena stiker penutup gambar seram di bungkus rokok sudah mulai banyak diperjual belikan.

Gambar menyeramkan seperti paru-paru yang rusak akibat dampak merokok atau gambar kanker tenggorokan yang biasanya ditemukan di bungkus rokok sekarang bisa ditutup stiker seharga seribu rupiah saja. Gambar tersebut akan berganti menjadi gambar pemandangan alam atau wanita cantik.

Advertisements

Hal tersebut terungkap pada  foto yang diupload oleh pemilik akun @rutrum di Twitter, dia mengunggah foto pedagang stiker penutup bungkus rokok di akun twitternya. Dari foto yang diunggah akun @rutrum terlihat Pedagang tersebut menuliskan “Stiker untuk rokok biar nyaman merokok @ 1 ribu aja,” di lapak dagangannya

Sebelumnya, pemerintah pada awal tahun ini memberlakukan Peraturan Pemerintah No 109/2012 yang mengharuskan para produsen rokok untuk menempatkan gambar peringatan bahaya merokok di bungkus rokok. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil pemerintah untuk membuat para perokok pemula bisa berhenti merokok.

“Ditujukan untuk para perokok pemula. Dampak yang sudah terlanjur kecanduan, kayaknya masih belum. Masih nipu diri,” kata Nafsiah Mboi saat ditemui di acara silaturahmi hari pertama masuk usai libur Lebaran di kantor Kemenkes, Jakarta, seperti diberitakan merdeka.com, Senin (4/8/2014).

Berikan Komentar