MEDIAJURNAL » Sosial » Siswi SMA Dipukuli Kakak Kelas Karena Sebut Pelacur Lewat Twitternya

Siswi SMA Dipukuli Kakak Kelas Karena Sebut Pelacur Lewat Twitternya

Written by on |
Cewek SMA Seksi

Gadis SMA / Twitter

Anda masih ingat perseteruan antara Cipta Panca dan Roysepta Abimanyu beberapa hari lalu? dimana dari berdebat di Twitter kemudian terjadi duel di dunia nyata. Kejadian hampir serupa terjadi di Siantar, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Bedanya, pada kasus ini lebih ke penganiayaan daripada duel yang seimbang.

Pada hari kejadian, Jumat (20/2/2015), awalnya korban, DDS, 16 tahun, siswi kelas II IPA III SMA Negeri 3 Siantar, terlibat cekcok di media sosial Twitter dengan kakak kelasnya ES, 16 tahun, siswa kelas III. Dalam salah satu percokcokannya di Twitter, DDS memanggil ES dengan sebutan pelacur.

Sadar bahwa ucapannya telah berlebihan, DDS kemudian berniat menemui ES untuk meminta maaf ketika pulang sekolah. Namun sayang, ES yang terlanjur sakit hati karena ucapan DDS akhirnya memukuli DDS dibantu temannya yang lain berinsial JS. Setelah memukuli DDS, ES kemudian menculik DDS ke suatu tempat untuk dipukuli lagi.

Advertisements

“Saya bermaksud menemui ES untuk meminta maaf. Saya mengaku melakukan kesalahan karena mengejek dia. Tapi rupanya dia tetap tidak bisa menerima. Dia memukul saya. Kemudian, dia dan JS yang bersama dia, membawa saya. Kami naik angkot,” ujarnya, di Polres Pematangsiantar, Senin (23/02/2015).

DDS dibawa oleh para pelaku ke kawasan Jl Manunggal, Kecamatan Siantar Marihat, tepatnya ke kompleks SMP Negeri 11 yang saat itu sudah sepi. Di tempat itu DDS sempat meminta maaf lagi agar tidak dianiaya lagi oleh para pelaku.

“Saya sampai memohon-mohon. Tapi dia tetap tidak mau menggubris. Katanya dia sakit hati atas apa yang saya tulis di twitter,” lanjutnya seperti dilansir Tribun News, Senin (23/2/2014).

Puas memukuli korban, para pelaku masih merampas uang Rp 50 ribu dan satu unit telepon selular merek Samsung milik korban. Korban diancam oleh pelaku agar tidak mengadukan perbuatan tersebut ke orangtuanya atau polisi.

“JS bilang, kalau aku tutup mulut, aku selamat. Kalau mengadu, nggak aman aku di Siantar ini. Aku cuma dikasih uang untuk ongkos angkot,” pungkasnya.

AKP Nuriaman Rangkuti, Humas Polres Pematangsiantar mengatakan, meski para pelaku masih di bawah umur namun tetap akan diproses secara hukum. Namun begitu, polisi akan melakukan pemerosesan dengan mengedepankan sisi kekeluargaan.

“Meski pelakunya di bawah umur, tetap akan diproses. Tapi diutamakan dari sisi kekeluargaan. Disarankan perdamaian antarpihak keluarga. Bukan berarti dia anak-anak bebas hukum. Tetap akan dihukum nanti sesuai perbuatannya,” kata AKP Nuriaman.

Berikan Komentar