MEDIAJURNAL » Sosial » Siswi SD Kelas Lima di Bukittinggi Jadi Korban Bullying Teman Sekelas

Siswi SD Kelas Lima di Bukittinggi Jadi Korban Bullying Teman Sekelas

Written by on |
Bullying Anak SD

Bullying Anak SD / Youtube

Video penganiayaan atau Bullying terhadap seorang siswi SD oleh teman-teman sekelasnya hebohkan situs Youtube, aksi kekarasan tersebut diketahui terjadi di lingkungan sekolah SD Trisula Perwari di Kelurahan Aurtajungkang/Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Ita, Salah seorang guru di sekolah tersebut yang membenarkan bahwa kejadian itu memang terjadi di sekolah tempat dia mengajar, menurutnya, siswi yang dianiaya teman-temannya tersebut masih kelas 5 sedangkan yang mengeroyoknya adalah teman-teman sekelasnya juga, guru yang mengajar anak-anak kelas 5 tersebut sedang berada di luar karena ada KKG (Kerja Kelompok Guru).

“Saya juga tidak tahu, lagi ngajar di 6 E, waktu itu hari Kamis jam ketiga. Setelah kejadian, orangtua dan anak-anak sudah dipanggil. Kekerasan itu terjadi bukan di ruang kelas, kebetulan waktu itu ada KKG (Kerja Kelompok Guru) terus lokal dipakai, anak-anak itu dipindahkan belajar ke sini. Sebagian guru mengatakan bapak yang mengajar itu lagi keluar, jadi tinggal anak sebentar di dalam,” ungkap Ita.

Advertisements

Dari informasi yang beredar namun belum dikonfirmasi kebenarannya, pengeroyokan terhadap siswi berjilbab itu terjadi karena korban tidak mau memberikan uang yang diminta salah satu pelaku pengeroyokan, karena hal tersebut membuat pelaku marah dan langsung menganiaya korban, aksi penganiayaan itu kemudian diikuti oleh siswa lainnya termasuk anak perempuan juga.

Video berjudul ‘”kekerasan Anak SD” berdurasi 1 menit 52 detik itu kini sudah dilihat lebih dari 1500 pengunjung Youtube. Dilansir dari sindonews.com, Minggu (12/10/2014), meski hari libur, sekolah SD Trisula Perwari mendadak ramai oleh orang yang ingin melihat lokasi penganiayaan siswi SD berjilbab yang beredar di Youtube itu.

UPDATE:

Dari keterangan Evawani Sofia, Kepala Sekolah Dasar Trisula Perwari, Bukittinggi, penganiayaan kepada korban yang diketahui bernama Nabila terjadi karena saling ejek, dari pengakuan salah seorang pelaku pengeroyokan yang berhasil dikorek oleh Evawani, terungkap bahwa Nabila mengejek wajah ibunya seperti sepatu sehingga pelaku marah.

“Pengakuan salah seorang pelaku, mamanya dibilang seperti sepatu oleh korban,” ungkap Evawani Sofia di ruangan majelis guru SD Perwari, Senin (13/10/2014).

Mengutip dari tempo.co, Selasa (14/10/2014), peristiwa bullying kepada Nabila terjadi pada 18 September 2014 sekitar pukul 09.00 WIB di sebuah musala sekolahnya saat pelajaran agama. “Proses belajar pindah ke musala karena lokal V A ini dipakai untuk kegiatan Kelompok Kegiatan Guru (KKG),” tandasnya.

Berikan Komentar