MEDIAJURNAL » Sosial » Sekolah Paksa Siswa untuk Beli Buku Pelajaran di Toko Buku Tertentu

Sekolah Paksa Siswa untuk Beli Buku Pelajaran di Toko Buku Tertentu

Written by on |
Buku Pelajaran

Buku Pelajaran / harian-komentar.com

Dunia pendidikan tanah air kembali tercoreng, Dinas Pendidikan Kota Bogor berhasil mengungkap kerja sama curang yang dilakukan antara sekolah dengan pengusaha percetakan atau toko buku. Kerja sama curang yang dimaksud adalah pihak sekolah memaksa muridnya membeli buku pelajaran di toko tertentu.

Edgar Suratman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor mengungkapkan bahwa temuannya kali ini bukanlah kasus baru. Kasus kongkalikong antara sekolah dengan toko buku menurutnya sudah terjadi berulang-ulang sejak beberapa tahun lalu karena pengawasan yang longgar.

“Ini kejadian sudah lama, sulit dihilangkan dan terjadi berulang-ulang. Ini harus segara dibahas oleh semua. Dinas, guru dan dewan,” ujar Edgar, dilansir JPNN, Senin (12/1/2015).

Advertisements

Salah satu toko buku yang diduga telah melakukan kerja sama curang tersebut adalah penjual buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di kawasan Kapten Muslihat. Seorang sumber, yakni salah satu pembeli yang enggan disebutkan namanya membeberkan bahwa dirinya terpaksa membeli buku seharga Rp 100 ribu karena dipaksa pihak sekolah.

Masih dari sumber tersebut menerangkan bahwa pihak sekolah akan menghukum para siswa yang tidak mau membeli buku dari toko buku yang sudah ditentukan pihak sekolah. “Buku ini wajib dibeli oleh semua siswa. Kalau tidak beli akan diberi hukuman. Jadi mau tidak mau harus beli buku ini,” kata sumber tersebut.

Mulyadi, anggota Komisi D DPRD Kota Bogor berjanji akan menelusuri dan membongkar kasus kerja sama memalukan antara sekolah dengan toko buku tersebut. Selain itu, dia juga berjanji akan membahas wacana penggeratisan LKS bersama anggota dewan lainnya.

Berikan Komentar