MEDIAJURNAL » Nasional » Sejarawan JJ Rizal Bilang Kader PKS yang Jadi Wali Kota Miskin Prestasi

Sejarawan JJ Rizal Bilang Kader PKS yang Jadi Wali Kota Miskin Prestasi

Written by on |
Sejarawan JJ Rizal

Sejarawan JJ Rizal / metrotvnews.com

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan masih bernafsu untuk meneruskan estafet kepemimpinan kota Depok kepada kader mereka lagi, nama-nama kader unggulan PKS sudah masuk dalam daftar orang-orang yang akan diproyeksikan bertarung dalam pilkada wali kota Depok bulan Februari 2015 nanti.

Menarik untuk mengetahui bagaimana pencapaian yang dilakukan oleh Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail selama dua periode memimpin Depok. JJ Rizal, sejarahwan muda yang namanya juga digadang-gadang akan turut meramikan pilkada depon 2014 memberikan komentarnya terkait kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail selama dua periode jadi Wali Kota Depok.

Menutur JJ Rizal, selama dua periode menjadi Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail tidak mempunyai prestasi apapun. “Dua periode itu membuktikan bahwa calon kader PKS yang menjadi Wali Kota nol prestasi,” kata Rizal seperti dilansir dari viva.co.id, Selasa (26/8/2014).

Advertisements

JJ Rizal menyindir keberhasilan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail hanyalah memasang baliho di berbagai tempat, Rizal juga mengkritisi gerakan makan dengan tangan kanan yang digagas oleh Nur Mahmud Ismail, menurutnya itu hanya mereduksi budaya bangsa. “Depok banyak kaum intelektual, masak dipermalukan begitu?” katanya.

Sejarahwan 39 tahun itu menilai tata ruang kota Depok juga sangat buruk, banyak jalan rusak dan darinase yang hancur serta tidak adanya keseimbangan antara kepentingan publik dengan kaum kapital atau pemilik modal. “Kalau kita masuk sedikit setelah Margonda, jalan rusak, tidak tertata, drainase yang hancur,” jelasnya.

JJ Rizal berharap pada pilkada Depok 2015 nanti warga Depok tidak salah pilih pemimpin lagi, JJ Rizal optimis bahwa masyarakat Depok masih rasional menyadari adanya masalah di tengah-tengah mereka. “Kami yakin masyarakat Depok masih rasional merasakan problem di tengah-tengah mereka,”¬†pungkasnya.

Berikan Komentar