MEDIAJURNAL » Sosial » Saut Situmorang Dipolisikan Karena Komentar ‘Bajingan’ di Facebook

Saut Situmorang Dipolisikan Karena Komentar ‘Bajingan’ di Facebook

Written by on |
Saut Situmorang

Saut Situmorang / merdeka.com

Setelah melaporkan sastrawan Sutan Iwan Soekri Munaf ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik di media sosial, penyair perempuan Fatin Hamama kini juga menyeret nama Sastrawan asal Yogyakarta Saut Situmorang dengan tuduhan yang sama.

Saut dilaporkan Fatin atas komentarnya pada postingan Iwan Soekri di dinding grup Facebook ‘Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh’. Dalam postingan Iwan yang menyampaikan bahwa dia baru saja menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Timur, saut mengumpat ‘Bajingan’.

“Itu satu pasal dalam undang-undang ITE, Dia (Saut) komentar ‘jangan mau berdamai dengan bajingan’,” kata FatinĀ dilansirĀ merdeka.com, Jumat (17/10/2014).

Advertisements

Dengan melaporkan dua orang sastrawan, Fatin menolak bila dirinya disebut telah mengekang kebebasan mengeluarkan pendapat atau berekspresi. Menurut Fatin, kebebasan berpedapat tetap ada batasnya, seorang sastrawan menurutnya tidak pantas berkata-kata kotor terhadap orang lain.

“Tapi kan tidak bisa juga semena-mena, ini ada cacian, apalagi di media sosial. Orang tidak berhak mengumpat orang sesukanya, Apakah pantas seorang sastrawan mencaci maki orang lain?” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Fatin juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dengan proyek buku ’33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh’ sebagaimana tuduhan beberapa sastrawan yang menyebut Fatin sebagai ‘makelar’ Denny JA dalam penulisan buku tersebut. “Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Denny JA,” pungkasnya.

Berikan Komentar