MEDIAJURNAL » Nasional » Satelit Buatan Indonesia LAPAN A2/ORARI Jaga Kedaulatan Wilayah RI

Satelit Buatan Indonesia LAPAN A2/ORARI Jaga Kedaulatan Wilayah RI

Written by on |
Satelit Indonesia LAPAN A2/ORARI

Satelit Indonesia LAPAN A2/ORARI / lapan.go.id

Satelit buatan Indonesia, LAPAN A2/ORARI, diluncurkan ke angkasa pada Minggu, 27 September 2015, pukul 11.30 WIB. LAPAN A2/ORARI meluncur dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India, fasilitas bandar antariksa milik Organisasi Riset Antariksa India (ISRO).

Dalam perjalanannya menuju angkasa, satelit yang seluruhnya dibuat oleh orang Indonesia itu menumpang roket buatan India, PSLV (Polar Satellite Launch Vehicle)-C30. Roket PSLV membutuhkan waktu 21,93 detik untuk mencapai orbit LAPAN A2/ORARI di ketinggian 650 kilometer. Pada ketinggian tersebut, roket PSLV akan melepaskan LAPAN A2/ORARI.

Satelit seberat 78 kilogram itu kemudian akan mulai aktif secara mandiri dengan bantuan daya dari panel surya. Satelit LAPAN A2/ORARI mengorbit di sektar ekuatorial, antara 6 derajat Lintang Utara hingga 6 derajat Lintang Selatan. Satelit itu membutuhkan waktu 98 menit untuk mengelilingi bumi.

Advertisements

Untuk apakah satelit LAPAN A2/ORARI? Kepala Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Suhermanto, mengatakan bahwa satelit itu akan digunakan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Dibekali dengan Automatic Identification System (AIS), LAPAN A2/ORARI mampu memantau laut Indonesia hingga rentang jarak 2.000 kilometer.

Teknologi tersebut bisa menggantikan pemantauan perairan Indonesia yang selama ini hanya dilakukan lewat pelabuhan-pelabuhan. “Kita bisa tahu kapal-kapal yang melintasi perairan Indonesia,” ujar Suhermanto sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Rabu, 30 September 2015.

Selain dibekali dengan AIS, LAPAN A2/ORARI juga dilengkapi teknologi Automatic Packet Reporting System (APRS). Bila APRS dipadukan dengan instrumen pemancar yang dipasang di daratan, maka LAPAN A2/ORARI bisa mengirimkan data lokasi dan kondisi daerah tertentu, seperti kondisi wilayah terluar Indonesia.

“Ke depan dengan ORARI kita berencana memasang menara di daratan pulau-pulau terluar. Ketika satelit lewat, data tentang lokasi dan kondisi pulau terluar bisa dipancarkan. Terkait kedaulatan, itu membantu kita mengatakan bahwa pulau itu sidah tercatat dalam data satelit kita,” pungkasnya.

Berikan Komentar