MEDIAJURNAL » Nasional » Ramai Tagar Jokowi-JK Lengser di Twitter, Pemerintah Tak Terpengaruh

Ramai Tagar Jokowi-JK Lengser di Twitter, Pemerintah Tak Terpengaruh

Written by on |
Presiden Jokowi

Presiden Jokowi / JIBI Foto

Minggu ini media sosial Twitter ramai dengan berbagai tagar bernada negatif terhadap pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Tagar-tagar yang bertebaran di Twitter meminta presiden dan wakilnya untuk segera turun dari jabatannya. Tagar-tagar itu antara lain #JokowiJKMundurlah, #JokowiPudarAhokBuyar, #JokowiJKSudahlah, #ImpeachJokowiJK, #BreakUpJKWJK, #JokowiTurunRupiahPulih, dan  #JokowiTurunDolarTurun.

Menyikapi hal tersebut, Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden, mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak terpengaruh oleh kehebohan media sosial. Pemerintah Jokowi-JK, menurut Ari, tetap fokus untuk bekerja ketimbang menanggapi hal tersebut, sehingga masyarakat akan bisa menilai sendiri apakah tagar negatif di Twitter itu benar atau tidak.

“Presiden fokus untuk bekerja. Jadi publik bisa menilai sendiri mana yang sibuk bekerja dengan yang sibuk bikin tagar negatif,” kata Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, Minggu, 4 Oktober 2015.

Advertisements

Ari mengatakan, pemerintah saat ini telah bekerja secara nyata dengan terjun ke masyarakat untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok. Tindakan nyata seperti itu, menurutnya, adalah hal yang sama sekali tidak dilakukan oleh pegiat media sosial yang bisanya hanya memberikan kritik tanpa aksi nyata.

“Beda jelas antara bekerja untuk stabilisasi harga dan meningkatkan produksi petani dengan bekerja membuat tagar tiap hari,” terangnya, dikutip dari Detik.com, Senin, 5 Oktober 2015.

Meski begitu, Ari menyarankan kepada pembuat tagar negatif di Twitter untuk sadar dan turut serta membantu pemerintah Jokowi-JK dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. “Ini tentu membutuhkan semangat optimisme, kerja keras dan energi kolektif dari semua elemen bangsa,” pungkasnya.

Berikan Komentar