MEDIAJURNAL » Nasional » Putri Wiji Thukul Sesalkan Jokowi Angkat Hendropriyono Jadi Penasihat

Putri Wiji Thukul Sesalkan Jokowi Angkat Hendropriyono Jadi Penasihat

Written by on |
Fitri Nganthi Wani

Fitri Nganthi Wani / merdeka.com

Fitri Nganthi Wani, putri dari penyair Wiji Thukul sangat menyayangkan atas langkah yang diambil presiden terpilih Joko Widodo yang menunjuk AM Hendropriyono sebagai penasihat Tim Transisi. menurut Fitir orang-orang yang mempunyai jejak hitam seperti AM Hendropriyono tidak pantas menduduki posisi tersebut.

Seperti diketahui AM Hendropriyono diduga oleh Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (KontraS) sebagai salah satu pelaku pelanggaran HAM di Talangsari, Lampung tahun 1989, selain itu Hendropriyono juga disinyalir turut serta dalam upaya pembunuhan aktivis Munir saat dirinya menjabat sebagai kepala BIN.

Fitri Nganthi Wani mengungkapkan bahwa almarhum Munir punya jasa besar dalam perkembangan kasus yang menimpa ayahnya, Wiji Thukul. Dia geram ketika mengetahui orang yang sedang memperjuangkan hak ayahnya malah dibunuh, dan orang yang diduga membunuh tersebut malah diangkat Jokowi menjadi penasihat.

Advertisements

“Almarhum Munir punya jasa besar dalam perkembangan kasus bapak saya. Dan dia dibunuh. Dibunuh karena memperjuangkan hak asasi manusia, termasuk hak asasi bapak saya. Bapak tahu juga kan siapa pembunuhnya? Bapak tahu kan bagaimana negara menyepelekan kasusnya?,” tulis Fitri di akun facebooknya, Senin (11/8/2014).

Putri Wiji Thukul tersebut menyarankan agar presiden terpilih Jokowi membuang jauh-jauh sikap pakewuh karena pernah dibantu, dalam hal ini Fitri menilai Jokowi merasa berhutang budi terhadap AM Hendropriyono yang telah membantunya selama prose kampanye pemilihan presiden 2014.

“Bapak ngerti kan maksud saya? Melawan lupa tidak jauh-jauh dari melawan luka, pak. Dan itu harus tanpa pengecualian. Bisa dipahami kan pak? Hindari budaya perkewuh dan tak berdaya karena pernah dibantu orang pak. Jadilah objektif pak. Sensitif lah terhadap mereka yang berpotensi punya lidah penjilat dan membahayakan diri bapak. Saya tahu bapak masih bisa diandalkan,” tuturnya.

Masih menurut Fitri, ditunjuknya AM Hendropriyono sebagai penasihat Tim Transisi Jokowi sangat mencedarai hati para korban pelanggaran HAM diseluruh Indonesia, terlebih para korban pelanggaran HAM yang telah memilih Jokowi pada pemilihan presiden 2014 lalu.

“Semoga ujian ini cepat berlalu karena melihat bapak seperti ini kami turut tersakiti pak. Di tanganmu ada harapan kami, jangan remukkan itu,” katanya.

Berikan Komentar