MEDIAJURNAL » Lifestyle » Pria Normal yang Sensitif Bisa Berubah Jadi Pria Gay, Kata Seorang Gay

Pria Normal yang Sensitif Bisa Berubah Jadi Pria Gay, Kata Seorang Gay

Written by on |
Pasangan Gay

Pasangan Gay / aei-ideas.org

Belakangan ini, LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) menjadi tema yang hangat diperbincangkan masyarakat. Banyak yang menentang adanya LGBT namun juga tak sedikit yang mendukung adanya GBLT. Terlepas dari itu semua, apa sih pendapat mereka para LGBT tentang kehidupan mereka?

Diwartakan Tabloidbintang.com, Jumat, 26 Februari 2016, seorang gay berinisial AS mengaku hidup seorang gay itu jauh dari kebahagiaan yang sempurna. AS mengaku tahu bahwa kodrat seorang laki-laki adalah mempunyai pasangan perempuan, sehingga dia menyarankan pada para pria gay bila bisa kembali normal lebih baik jadi pria normal.

“Tidak ada kebahagiaan yang sempurna sebagai gay. Karena kodratnya laki-laki ya dengan perempuan. Jika masih bisa berubah dan meninggalkan, lebih baik hidup normal,” kata AS.

Advertisements

Pria yang menyebut dirinya natural born gay atau gay yang ‘dilahirkan’ itu menjelaskan bahwa pria gay dibagi menjadi tiga jenis, Top (mereka yang lebih kuat sisi kelaki-lakiannya), Bottom (mereka yang lebih kuat sisi feminim-nya), Versatile (sosok yang lebih fleksibel, memiliki sisi maskulin dan feminim).

AS sendiri memasukan dirinya dalam kategori Bottom. AS menyebut dirinya adalah sosok gay yang memiliki kepribadian ceria, lucu, menyenangkan. Tak heran bila dia mengklaim bisa membuat orang yang dekat dengan dia nyaman, baik itu pria ataupun wanita.

“Saya mampu membuat diri saya menjadi pusat perhatian dengan kepribadian saya. Kepercayaan diri saya dan kemampuan berkomunikasi saya, mampu membuat laki-laki maupun perempuan nyaman,” terangnya.

Seorang gay, lanjut AS, biasanya akan bisa membaca apakah laki-laki yang mereka suka juga memiliki orientasi seksual sama. Maka itu, pria gay biasanya tidak cukup sulit untuk menemukan pasangan sesama pria gay. Meski begitu, AS mengaku pernah punya pacar pria gay yang awalnya adalah pria normal istri temannya.

“Semua berawal dari pertemanan. Laki-laki normal ini, sebut saja RA, adalah suami dari teman saya. Saya, RA, dan istrinya sering hang out bareng,” katanya.

Setelah beberapa kali bertemu dengan AS, RA pun mulai merasa nyawan dengan AS. Mereka akhirnya semakin sering bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan istri RA. “Pertemuan-pertemuan kami selanjutnya, terjadi tanpa istrinya, dan di setiap pertemuan ini dia banyak menceritakan tentang istrinya dan ketidakpuasannya,” lanjutnya.

Lambat laun, RA pun kemudian berubah orientasi seksualnya lalu menjalin hubungan asmara dengan AS. AS mengatakan, seorang pria normal yang bisa menjadi gay adalah tipe pria sensitif. “Semua berawal dari sentuhan ringan. Ketika dia tidak menolak, maka akan terjadi sentuhan-sentuhan selanjutnya. Tetapi saya tekankan di sini, laki-laki normal yang dapat berubah menjadi gay, biasanya laki-laki yang sensitif,” tutupnya.

Berikan Komentar