MEDIAJURNAL » Nasional » Presiden Jokowi Bisa Lengser dalam Satu Tahun, Kata Aziz Syamsuddin

Presiden Jokowi Bisa Lengser dalam Satu Tahun, Kata Aziz Syamsuddin

Written by on |
Politisi Golkar Aziz Syamsuddin

Aziz Syamsuddin / fajar.co.id

Dalam pembahasan APBNP 2015 nanti, DPR akan memanggil Presiden Joko Widodo, diharapkan Presiden Jokowi bisa memenuhi panggilan tersebut. Aziz Syamsuddin, Politikus Partai Golkar mengatakan, bila Jokowi sampai tidak datang maka Jokowi bisa dilengserkan oleh DPR dalam 1-2 tahun ke depan.

“Kalau nantinya saat kita panggil, tidak bisa atau apalagi sampai tidak mau datang, kita lakukan pemanggilan kedua kalinya. Kalau tidak datang juga kita interpelasi. Mungkin jadi presiden paling lama 2 tahun saja. Kalau memungkinkan bisa satu tahun saja,” ancam Aziz saat kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Sabtu (15/11/2014)

Menurut Aziz, pemakzulan Presiden Jokowi bisa saja dilakukan, namun bukan atas dasar kebencian, hal itu sudah sesuai konstitusi, dimana DPR RI punya hak-hak khusus seperti hak bertanya dan juga hak interpelasi.

Advertisements

“Tentu kita akan menggunakan hak kita seperti hak bertanya, hak interpelasi yang menyebabkan konstitusi-konstitusi ini berjalan,” terangnya seperti diwartakan merdeka.com, Minggu (16/11/2014).

Politisi 44 tahun itu menegaskan bahwa yang dia katatan tentang pemakzulan Presiden Jokowi dalam satu atau dua tahun ke depan bukanlah sebuah peringatan, namun hanya sebuah hal yang semestinya dilakukan oleh DPR bila Presiden tidak bisa dewasa dalam menyikapi setiap keputusan DPR.

“Ingat yah, Ini bukan warning. Kita tidak perlu mewarning. Kita sudah cukup dewasa. Orang masuk DPR itu kita asumsikan sudah matang. DPR ini bukan tempat untuk belajar,” pungkasnya.

Berikan Komentar