MEDIAJURNAL » Bisnis » PNS Tidak Boleh Rapat di Hotel, Pengusaha Hotel Rugi Hingga 25 Persen

PNS Tidak Boleh Rapat di Hotel, Pengusaha Hotel Rugi Hingga 25 Persen

Written by on |
Foto PNS

Foto PNS / setkab.go.id

Pada Kamis 6 November 2014 lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengeluarkan kebijakan yang melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) menyelenggarakan rapat atau kegiatan dinas di hotel.

Sebagai gantinya, PNS dihimbau untuk menggunakan fasilitas yang diberikan oleh negara untuk menyelenggarakan rapat atau kegiatan. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh kegiatan penyelenggara pemerintah agar menggunakan fasilitas negara,” kata Yuddy di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Kebijakan tersebut mendapatkan tanggapan beragam, ada yang poro juga ada yang kontra. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, kebijakan itu telah membuat sejumlah hotel di bali mangalami kerugian yang signifikan.

Advertisements

“Dari Kabupaten Badung dilaporkan ada sekitar 25 persen (kerugian) dari sektor meeting, incentive, conference and exhibition (mice)” kata Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati di Denpasar, Sabtu (15/11/2014).

Oka Artha mengaku tidak menentang kebijakan tersebut, hanya saja menurut dia, alangkah baiknya kebijakan larangan PNS rapat di hotel itu tidak diberlakukan secara mendadak, sehingga pihak pengusaha hotel bisa mempersiapkan diri menghadapi kebijakan tersebut.

“Ini mendadak seharusnya minimal tiga sampai lima tahun sebelumnya sehingga kami bisa mengadakan mengalihkan pasar.” ujarnya seperti dikutip dari merdeka.com, Minggu (16/11/2014).

Keluhan serupa juga diutarakan oleh Ida Bagus Ngurah Wijaya, Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) Bali, Ida Bagus menegaskan bahwa kebijakan larangan PNS rapat di hotel punya pengaruh besar terhadap pendapatan hotel.

“Pengaruhnya besar apalagi di Bali hampir tiap tahun ada mice (incentive, conference and exhibition),” tegas Ida Bagus.

Berikan Komentar