MEDIAJURNAL » Lifestyle » Pendeta Katolik Krzysztof Charamsa Akui Gay dan Punya Pacar Homo

Pendeta Katolik Krzysztof Charamsa Akui Gay dan Punya Pacar Homo

Written by on |
Pendeta Gay Krzysztof Charamsa dan Eduard Pacarnya

Pendeta Gay Krzysztof Charamsa dan Eduard Pacarnya / Associated Press

Krzysztof Olaf Charamsa, 43 tahun, seorang pendeta Katolik asal Polandia yang juga punya jabatan di Vatikan, dilaporkan membuat kehebohan tepat sehari menjelang acara Synod of Bishops (pertemuan para petinggi gereja Katolik untuk menghasilkan doktrin) yang berlangsung di Vatikan, 4-25 Oktober 2015.

Pendeta Krzysztof Charamsa membuat pengakuan dirinya adalah seorang homoseksual atau gay dan punya pacar homo bernama Eduard. Mario Bonfanote, seorang mantan pendeta, mengklaim bahwa pihak Vatikan telah berusaha mengirim Charamsa ke biara Venturini di Pegunungan Alpen, Italia, untuk disembuhkan dari kecenderungan homoseksualnya.

“Uskup itu diperintahkan pergi ke biara Venturini, di Trento, untuk kembali menemukan jalan yang benar,” ungkap Mario Bonfanote, dikutip dari laman Premier Christian Radio, Kamis, 8 Oktober 2015.

Advertisements

Sementara itu, menurut Telegraph, Charamsa bersikeras bahwa dirinya tidak mengalami sakit apapun. Dia berkeyakinan, homoseksual bukanlah penyakit sehingga tidak perlu disembuhkan. “Mereka ingin ‘menyembuhkan’ saya tapi saya menolak pergi,” ujar Charamsa.

Akibat penolakannya untuk disembuhkan, Vatikan tak perlu menunggu lama untuk memecatnya dari jabatan yang dia emban di Vatikan. Kehebohan kasus ini juga memunculkan dugaan bahwa biara Venturini selama ini dijadikan Vatikan sebagai tempat penyembuhan para pendet-nya yang mempunyai kecenderungan homoseksual dan pedofilia.

Gianluigi Pasto, 72 tahun, Pendeta yang bertanggung jawab di biara Venturini, membantah keras rumor itu. Menurutnya, biara Venturini adalah tempat untuk menjadikan para pendeta menjadi semakin sehat secara mental dan fisik. Saat ini, menurut Pasto, tidak ada pendeta homo atau pendeta pedofil yang sedang dibina di biara Venturini

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa di sini kami membantu para pendeta menjadi sehat. Saat ini kami tidak memiliki imam gay atau imam pedofilia. Kepastian tugas kami adalah untuk menyambut semua orang,” kata Gianluigi Pasto kepada sebuah surat kabar Italia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan atau klarifikasi resmi dari pemimpin tertinggi Katolik, Paus Fransiskus. Dalam salah satu pernyataannya di acara Synod of Bishops, Paus hanya menekankan bahwa Gereja harus memiliki keberanian untuk berevolusi jika itu adalah “apa yang Allah inginkan.”

Berikan Komentar