MEDIAJURNAL » Dunia » Pelaku Teror Berdarah di Paris Menyamar Jadi Pengungsi Timur Tengah

Pelaku Teror Berdarah di Paris Menyamar Jadi Pengungsi Timur Tengah

Written by on |
Penembakan Massal di Paris

Penembakan Massal di Paris / Reuters

Dua orang pelaku serangan teror mematikan di Paris, Perancis, Jumat, 13 November 2015 silam diduga masuk ke Perancis dengan cara menyamar sebagai pengungsi Suriah. Dugaan itu muncul setelah pihak kepolisian Paris menemukan sebuah paspor warga Suriah di dekat mayat salah seorang penyerang.

Paspor yang berada di samping mayat pelaku yang melakukan aksi bom bunuh diri itu disinyalir adalah milik pelaku. Di paspor tersebut, pemiliknya terdaftar sebagai pengungsi Suriah yang masuk ke Yunani dua bulan lalu, September 2015.

Mengutip dari Daily Mail, Senin, 16 November 2015, pihak berwenang setempat meyakini pelaku memasuki Prancis setelah sebelumnya melewati Turki dan Yunani sejak musim panas lalu. Dari data di paspornya, salah satu dari pelaku lahir pada tahun 1990.

Advertisements

Disebutkan juga, salah satu pelaku masih sangat muda, 15 tahun, namun tidak disebutkan apakah paspor pelaku yang berusia 15 tahun itu juga ditemukan polisi atau tidak. Salah satu media di Perancis menyebut seorang pelaku lainnya berhasil dikenali identitasnya.

Pelaku yang dikenali identitasnya itu adalah Mustafa Ismail, umur 29 tahun, dari Courcouronnes, Essonne, Prancis. Dengan kata lain, tidak semua pelaku seragan teror di Paris berasal dari luar Perancis, ada pelaku yang sudah relatif lama menetap di Perancis.

Blic, salah satu media di Serbia melaporkan bahwa pelaku lainnya diidentifikasi bernama Ahmad Almuhamad. Ahmad diketahui berusia 25 tahun dan tiba Kepulauan Leros, Yunani pada 3 Oktober lalu dengan tujuan akhir ke Paris.

Masih dari media Blic, dikatakan bahwa Ahmad Almuhamad memasuki Serbia di Miratovce dari Makedonia pada 7 Oktober 2015. Almuhamad mengajukan permohonan suaka di Serbia dan setelah itu dia menyeberang ke Kroasia dan Austria.

Berikan Komentar