MEDIAJURNAL » Kriminal » Pelaku Pembunuhan Akseyna Orangnya Agak Rusak Tapi Bukan Psikopat

Pelaku Pembunuhan Akseyna Orangnya Agak Rusak Tapi Bukan Psikopat

Written by on |
Akseyna Ahad Dori

Akseyna Ahad Dori / Tribun News

Misteri pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace, 18 tahun, perlahan mulai terkuak. Adrianus Meliala, Pakar Kriminologi yang juga Guru Besar FISIP UI mengaku mendapat informasi bahwa polisi telah mengawasi orang yang diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan Akseyna.

Menurut informasi yang Adrianus dapatkan, pelaku pembunuhan Akseyna adalah orang yang rusak secara moral namun bukan seorang yang mempunya kecenderungan psikopat atau pembunuh berdarah dingin. “Orangnya sudah agak rusak, tapi bukan psikopat atau pembunuh berdarah dingin lainnya,” ungkap Adrianus, dikutip dari Tribun News, Jumat, 31 Juli 2015.

Orang yang diduga kuat sebagai pelaku ini, menurut Adrianus, relatif sulit disentuh lantaran sudah nyaman berada dalam kelompok pergaulannya, yang bisa membuatnya terlindung secara moril. “Keberadaan dia di kelompoknya sangat membantu dia terhindar dari kasus ini. Secara moril dia sangat aman sehingga merasa nyaman di kelompoknya,” terang Adrianus.

Advertisements

Meski penyelidikan pembunuhan Akseyna telah mengarah kepada seseorang yang diduga kuat sebagai pelaku, namun polisi masih kesulitan untuk mencari alat bukti utama yang bisa menunjukan bahwa terduga itu adalah pelaku pembunuhan. Karena hal tersebutlah polisi selama ini terkesan lamban dalam mengungkap misteri pembunuhan Akseyna.

“Semua barang bukti saling terkait. Namun barang bukti utama, yang membuat pelaku tak bisa mengelak, belum didapat. Ini yang membuat pengungkapan kasus cukup lama. Saya merasa pendalaman polisi sudah sampai titik akhir,” lanjutnya.

Adrianus berharap polisi segera mengambil langkah berani dengan menersangkakan orang yang diduga kuat sebagai pelaku tersebut. Dengan begitu, kasus tersebut akan segera melibatkan Jaksa dan mungkin pengadilan, sehingga bukti-bukti baru bisa saja didapatkan.

“Polisi harus berani dan mentersangkakan saja pelakunya dengan barang bukti yang ada. Dari sana bisa saja muncul alat bukti baru dan bahkan alat bukti utama,” pungkasnya.

Berikan Komentar