MEDIAJURNAL » Sosial » Para PNS Cerai Karena Perselingkuhan, Bukan Karena Masalah Ekonomi

Para PNS Cerai Karena Perselingkuhan, Bukan Karena Masalah Ekonomi

Written by on |
Foto PNS

Foto PNS / setkab.go.id

Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan gaji relatif banyak dibanding pekerjaan di sektor swasta tak lantas menjadikan rumah tangga seorang PNS adem ayem saja. Sejak Januari hingga Maret 2015, tercatat ada delapan PNS yang mengajukan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kota Palangkaraya.

Frislyasi, Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Kota Palangkaraya mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2014 silam, tercatat ada 31 PNS yang melakukan perceraian. Menariknya, alasan mayoritas yang digunakan PNS untuk bercerai bukan masalah ekonomi, namun adanya orang ketiga atau perselingkuhan.

“Kalau karena ekonomi itu jarang, PNS kan gajinya mencukupi. Ada kemungkinan hadir pihak ketiga,” kata Frislyasi, Kamis, 30 April 2015.

Advertisements

Lebih jauh, Frislyasi menjelaskan bahwa proses perceraian seorang PNS tidaklah mudah, yaitu harus mendapatkan surat izin dari atasan, seperti dari Kepala Dinas (Kadis) ataupun Kepala Badan (Kaban). Jika surat izin dari atasan tidak turun, PNS yang akan bercerai bisa meminta langsung surat izin ke kepala daerah.

“Jika tidak dapat ijin dari atasan, maka bisa meneruskan surat ijin itu ke kepala daerah,” terang Frislyasi sebagaimana dikutip dari JPNN, Jumat, 1 Juni 2015.

Sementara itu, Tugiman, Kasubid Disiplin BKD Provinsi Kalteng mengungkapkan bahwa sejak awal tahun hingga bulan April 2015 pihaknya telah mengeluarkan 1 SK cerai dan 2 SK cerai masih dalam proses. Alasan yang digunakan para PNS tersebut untuk bercerai adalah ketidakcocokan.”Alasan mereka bercerai yaitu karena udah tidak cocok lagi,” kata Tugiman.

Berikan Komentar