MEDIAJURNAL » Dunia » Pangeran Arab Saudi Coba Selundupkan 2 Ton Narkoba dari Lebanon

Pangeran Arab Saudi Coba Selundupkan 2 Ton Narkoba dari Lebanon

Written by on |
Narkoba Milik Pangeran Arab Saudi

Narkoba Milik Pangeran Arab Saudi / independent.co.uk

Akhir September lalu, Kerajaan Arab Saudi dibuat malu oleh pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu pangerannya, Majed Abdulaziz Al-Saud. Sebulan berselang, hal memalukan kembali dilakukan oleh pangeran Arab Saudi lainnya, Abdul Mohsen bin Walid bin Abdul Aziz al-Saud.

Senin, 26 Oktober 2015, Pangeran Saudi itu ditangkap aparat bea cukai Bandara Internasional Rafik Hariri, Ibu Kota Beirut, Lebanon. Bersama empat orang temannya, Mohsen kedapatan akan menyelundupkan narkoba jenis pil captagon dan kokain sebanyak 2 ton yang dikemas dalam 40 koper.

Mohsen mencari celah penyelundupan dengan memanfaatkan jalur hijau pengguna pesawat pribadi. “Jenis narkoba yang hendak diselundupkan rombongan menggunakan pesawat pribadi ini adalah pil captagon dan sejumlah kokain,” kata sumber dari tim pengamanan bandara, kepada Stasiun Televisi Aljazeera, dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 28 Oktober 2015.

Advertisements

Dugaan sementara, Mohsen membeli barang-barang haram itu dari para bandar di beberapa kota di Lebanon dan perbatasan Suriah. Pihak Bea Cukai Lebanon mengungkapkan bahwa penyelundupan yang dilakukan Pangeran Saudi itu adalah penyelundupan narkoba terbesar yang pernah terjadi di Bandara Rafik Hariri.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kerajaan Saudi terkait ditangkapnya Abdul Mohsen. Kasus penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh Abdul Mohsen ini seperti mengulangi kejadian serupa yang dilakukan pangeran saudai lainnya, Nayif bin Fawwaz al-Shalaan, 11 tahun silam.

Pada tahun 2004, Nayif, dengan menggunakan status diplomatikanya menyelundupkan dua ton kokain dari Kolombia ke sebuah bandar udara di luar Ibu Kota paris, Prancis. Kala itu, pria yang masih menjadi buronan Amerika Serikat itu memakai pesawat Boeing 727 milik keluarga kerajaan untuk menyelundupkan barang haramnya.

Berikan Komentar