MEDIAJURNAL » Kriminal » Pakai Penguat Sinyal (Repeater) Ilegal, Bersiaplah Dipenjara Enam Tahun!

Pakai Penguat Sinyal (Repeater) Ilegal, Bersiaplah Dipenjara Enam Tahun!

Written by on |
Penguat Sinyal (Repeater)

Penguat Sinyal (Repeater) / jagatreview.com

Melalui Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ismail Cawid, Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) mengatakan bahwa tidak akan mentoleransi lagi terhadap maraknya penggunaan penguat sinyal (repeater) seluler ilegal di wilayah DKI Jakarta.

Menurutnya, tingkat penggunaan repeater sekarang ini sudah sampai taraf mengkhawatirkan dan sangat mengganggu spektrum frekuensi radio (interferensi). Ismail meminta masyarakat yang sudah terlanjur memasang alat penguat sinyal untuk menurunkan alat tersebut.

“Kita harapkan adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat untuk tidak menggunakan alat penguat sinyal yang illegal,” kata Ismail, Kamis (12/3/2015).

Advertisements

Ismaeil menegaskan bahwa semua peralatan telekomunikasi yang beredar di tanah air harus bersertifikat. “Semua peralatan telekomunikasi yang masuk ke indonesia harus bersertifikat sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah,” lanjutnya, dilansir dari Merdeka.com, Kamis (12/3/2015).

Langkah ke depan yang akan dilakukan untuk meminimalisir penggunaan repeater ilegal adalah dengan Broadcast message, penguatan Pengawasan Perangkat Penguat Sinyal Seluler Ilegal, dan penegakan hukum langsung. “Razia jalan terus dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi pasal 38 jo pasal 55 telah disiapkan untuk menjerat para pengguna repeater yang ngeyel. Mereka diancam dengan pidana penjara 6 (enam) tahun dan/ atau denda sebesar Rp 600 juta.

Sementara itu, bagi para pedagang yang memperjualbelikan perangkat penguat sinyal (repeater) seluler sesuai dengan pasal 32 jo pasal 52 diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun dan atau denda sebesar Rp 100 juta.

Berikan Komentar