MEDIAJURNAL » Kriminal » Orang Gila Bacok Anak-Anak, Satu Tewas dan Dua Lainnya Luka Berat

Orang Gila Bacok Anak-Anak, Satu Tewas dan Dua Lainnya Luka Berat

Written by on |
Rumah Supriyadi Dirusak Warga

Rumah Supriyadi Dirusak Warga / Kompas.com

Supriyadi, 30 Tahun, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau gila mengamuk di sebuah pesta ulang tahun yang berlangsung di rumah Eko Nur Arifin, 23 tahun, warga Desa Wonowoso RT 2 RW 2, Kecamatan Karangtengah, Demak, Minggu, 26 Juli 2015.

Akibat aksi brutalnya yang mengamuk dengan senjata golok, tiga orang anak yang menghadiri pesta ulang tahun menjadi korban, bahkan satu di antaranya tewas. Korban tewas diketahui berinisial A, 12 tahun, sedangkan dua korban luka berat adalah SN, 8 tahun dan Z, 12 tahun.

SN saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sunan Kalijaga, Demak, sedangkan Z dirawat di sebuah rumah sakit di Semarang karena lukanya lebih parah dari SN. Warga yang murka dengan aksi pria gila itu kemudian menghakiminya serta merusak rumahnya.

Advertisements

Akibat amukan warga, Supriyadi pun dilarikan ke Rumah Sakit Islam NU, Demak, dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Eko Nur Arifin menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang merayakan hari ulang tahun anaknya yang berusia satu tahun. Tiba-tiba Supriyadi datang ke lokasi lalu membacok beberapa orang yang menonton pesta ulang tahun anaknya.

“Kejadiannya cepat sekali, Mas. Pada saat musik Barongan dimulai, pelaku mendadak keluar rumah dan langsung mengamuk membabi buta. Acara bubar, dan warga yang mayoritas anak-anak langsung lari menyelamatkan diri,” kata Eko, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Senin, 27 Juli 2015.

Nur Kholis, Ketua RT setempat menuturkan, Supriyadi belum lama pindah ke kampung tersebut. Sebelumnya dia tinggal di Kalimantan. Warga sekitar sudah mengetahui bahwa Supriyadi mengalami gangguan jiwa dan membuat warga resah, karena dia kemana-mana selalu membawa golok yang diselipkan di pinggangnya.

“Pelaku ini baru pindah dari Kalimantan, bahkan belum memberi tahu kami. Ke mana-mana membawa golok. Warga sini tahunya dia memang agak kurang waras,” kata Nur Kholis.

Berikan Komentar