MEDIAJURNAL » Nasional » NU Geram Dengan Kabar Penghapusan Kementerian Agama oleh Jokowi

NU Geram Dengan Kabar Penghapusan Kementerian Agama oleh Jokowi

Written by on |
Kantor Pusat PBNU

Kantor Pusat PBNU / republika.co.id

Senin (15/9/2014) malam kemarin, Presiden Terpilih Joko Widodo mengumumkan postur kabinetnya yang terdiri dari 34 kementerian. Beredar kabar Jokowi akan menghapuskan kementerian Agama dalam kabinetnya, kabar itu menyebutkan Kemenag akan dilebur dalam Kementerian Wakaf, Haji, dan Zakat.

Menyikapi rumor yang belum jelas kebenarannya itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) langsung memberikan responnya. Muhammad Sulton Fatoni, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU menyatakan bahwa Kementerian Agama merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia.

“Sejarah bangsa ini masih mudah ditelusuri dan dibaca, termasuk sejarah keberadaan Kementerian Agama yang sangat berkaitan dengan perdebatan tentang Pancasila, Islam, Nasionalisme, Komunisme dan Sekulerisme. Saya yakin duet Jokowi JK tidak akan menghapus Kementerian Agama,” ujarnya seperti dilansir dari merdeka.com, Selasa (16/9/2014)

Advertisements

Dalam tanggapannya Fatoni mengutip pernyataan dari Wahid Hasyim yang merupakan salah satu tokoh pendiri bangsa yang juga Menteri Agama pertama di republik Indonesia. Fatoni mempunyai pandangan yang senada dengan Wahid Hasyim bahwa Kementerian Agama adalah esensi dari dari Pancasila sebagai dasar negara.

“Saya ingat pernyataan Kiai Wahid Hasyim, salah seorang pendiri Republik ini, bahwa Kementerian Agama ini pada hakikatnya adalah jalan tengah antara teori memisahkan agama dari negara dan teori persatuan agama dan negara,” terangnya.

Fatoni tak lupa turut mencibir keberadaan Kementerian Wakaf, Haji, dan Zakat yang dikabarkan akan ada dalam struktur kementerian kabinet Jokowi, menurutnya kementerian tersebut tidak perlu karena sudah ada lembaga lain yang mengurusi hal-hal tentang Wakaf, Haji, dan Zakat.

“Kementerian Agama itu menyangkut ideologi masyarakat Indonesia, sedangkan Kementerian Wakaf Haji dan Zakat tak jauh-jauh dari urusan materi. Selama ini soal materi kan sudah ada yang ngurus?”¬†tandasnya.

Berikan Komentar