MEDIAJURNAL » Bisnis » Nenek Hasnah Memang Mencuri di Alfamart, Tapi Tak Didenda Rp 15 Juta

Nenek Hasnah Memang Mencuri di Alfamart, Tapi Tak Didenda Rp 15 Juta

Written by on |
Kasir Alfamart Cantik

Kasir Alfamart Cantik / alfamartku.com

Media sosial Facebook beberapa hari ini dihebohkan dengan kisah seorang nenek yang ketahuan mencuri sebotol minyak kayu putih untuk cucunya yang masih berusia 3 tahun di gerai Alfamart Kartini, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Aksi pencurian nenek bernama Hasnah, 69 tahun, itu dilakukan pada Kamis, 15 Oktober 2015.

Dalam cerita yang beredar di media sosial, pihak Alfamart disebutkan tidak terima dengan aksi pencurian nenek Hasnah dan meminta ganti rugi uang sebesar Rp 15 juta. Pihak Alfamart berkilah bahwa uang ganti rugi sebesar Rp 15 juta itu sudah sesuai dengan kebijakan gerai Alfamaret setempat.

Apakah kisah yang beredar di media sosial itu betul-betul terjadi? Nur Rahman, Corporate Communication GM Alfamart, mengonfirmasi bahwa peristiwa pencurian sebotol minyak kayu putih yang dilakukan Nenek Hasnah memang betul terjadi. Namun pihak Alfamart tidak meminta ganti rugi sebesar Rp 15 Juta pada nenek hasnah, seperti informasi yang beredar di media sosial.

Advertisements

“Kasus pada hari itu selesai, karena enggak ada tuntutan. Karena secara bukti, si nenek tertangkap CCTV,” ungkap Nur Rahman melalui pesan tertulisnya kepada media, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 22 Oktober 2015.

Nur Rahman menegaskan bahwa di Alfamart tidak ada SOP penggantian barang yang dicuri dengan nilai yang berkali-kali lipat. Bila ada yang ketahuan mencuri, pihak Alfamart akan memastikan terlebih dahulu itu sindikat atau bukan. “Prosedur yang diterapkan perusahaan bila ada konsumen ketahuan mencuri adalah kami mencari tahu dulu apakah sindikat atau bukan.” tegasnya.

Pencuri di Alfamart yang kedapatan sebagai sindikat maling akan dilaporkan ke polisi agar diproses secara hukum. Sedangkan, bila bukan sindikat bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Bila konsumen yang mencuri ini adalah sindikat, maka tentu kita akan proses sesuai hukum. Tapi jika konsumen ini bukan sindikat, bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” lanjutnya.

Setelah kisah nenek Hasnah ini mencuat di media sosial, pihak Alfamart bersama dengan Dinas Sosial setempat berusaha mencari keberadaan nenek Hasnah. Namun keberadaan nenek Hasnah sampai sekarang tak kunjung ketemu. “Dicari sama Dinas Sosial tidak ketemu, untuk konfirmasi,” pungkasnya.

Berikan Komentar