MEDIAJURNAL » Kriminal » Miras Oplosan Kembali Memakan Korban, Seorang Tewas Satu Lagi Buta

Miras Oplosan Kembali Memakan Korban, Seorang Tewas Satu Lagi Buta

Written by on |
Minuman Keras

Minuman Keras / isukepri.com

Minuman keras oplosan kembali memakan korban, Akhmad Solikhin, warga Dusun Kebonagung, Jogomulyo, Tempuran di Kabupaten Magelang, harus merelakan dirinya kehilangan penglihatanya atau buta karena minum miras oplosan.

Apa yang dialami Akhmad Solikhin terbilang masih lebih baik daripada yang dialami temannya mabuk saat kejadian, Akhmad Fauzan, yang juga tetangga Solikhin. Akhmad Fauzan meninggal sehabis minum miras oplosan bersama Solikhin.

Menurut keterangan pria 20 tahun itu, dia diajak Fauzan, tetangga dan juga teman kerjanya sesama buruh pengangkut kayu untuk minum-minum di kebun pepaya pada Senin (6/10/2014). Fauzan membawa botol air mineral yang berisi minuman keras yang dicampur dengan minuman bersoda.

Advertisements

”Kami berdua minum di perkebunan pepaya tidak jauh dari rumah. Saya sendiri tidak tahu minumanya apa. Waktu itu dikasih untuk jamu saja,” ujarnya seperti dilansir JPNN, Rabu (15/10/2014).

Setelah selesai minum-minum, Fauzan pingsan hingga meninggal pada hari Selasa (7/10/2014), sementara itu Solikhin sehabis minum hanya mengalami pandangan yang kabur. Pada keesokan harinya, penglihatan Solikhin memburuk lalu keluarga membawanya ke rumah sakit di Kota Magelang, sesampainya di rumah sakit, Solokhin dinyatakan mengalami kebutaan permanen.

”Setelah minum, teman saya Fauzan meninggal dunia Selasa sore. Waktu itu saya hanya mengalami pandangan kabur. Tetapi tidak terduga, malah saya mengalami kebutaan hingga sekarang. Saya kapok,” sesalnya.

Noimah (38) ibunda Solikhin mengatakan, kebutaan yang menimpa putranya seusai minum miras oplosan adalah tragedi besar di keluarganya, Solikhin merupakan tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal.

”Bapak dari anak-anak (suami Noimah) sudah meninggal dunia sejak Akhmad Solikhin duduk di kelas 2 SD. Kini, saya tinggal di rumah bersama tiga anak saya, simbah, dan istri Akhmad Solikhin. Penghasilan per bulan saya, Rp 450 ribu,” keluh Noimah.

Berikan Komentar