MEDIAJURNAL » Kriminal » Masih Cinta Mantan Pacar, Oni Saputra Malah Tega Memukul Wajahnya

Masih Cinta Mantan Pacar, Oni Saputra Malah Tega Memukul Wajahnya

Written by on |
Anak SMA Pacaran

Anak SMA Pacaran

Melupakan mantan kekasih memang bukan perkara mudah bahkan tak jarang menjadi hal yang berahir kegagalan atau yang sering dibilang dengan ‘gagal move on’. Seperti itulah yang terjadi pada Oni Saputra, warga Selat Panjang, Riau.

Oni Saputra terpaksa harus duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Batam lantaran aksi nekatnya menganiaya sang mantan pacar, Resti Wulandari, pada 2 Oktober 2014 lalu di salah satu mal kawasan Jodoh.

Kepada majelis hakim, Oni mengaku bahwa dia masih mencintai mantan kekasihnya itu dan dia cemburu ketika mendengar Resti sering jalan dengan pria lain. Oni juga mengungkapkan bahwa penganiayaan yang dia lakukan terhadap Resti bukan yang pertama kali.

Advertisements

“Dia sering keluar dengan lelaki lain. Kami memang sudah putus tapi saya tak terima dia jalan dengan yang lain. Sebelumnya pernah juga. Tapi sekarang saya menyesal. Saya masih mencintai dia” ujar Oni di persidangan, Rabu (24/12/2014).

Kasus penganiayaan itu bermula saat Oni menghampiri Resti di tempat kerjanya. Saat itu resti sedang duduk bersama rekan kerjanya, namun tiba-tiba Oni menyuruh resti untuk pulang. Karena belum jam pulang kantor, resti menolak permintaan Oni.

Karena resti menolak, Oni nekat menjambak dan menarik tangan wanita yang pernah dipacarinya semasa SMP itu. “Tiba-tiba saya diajak pulang. Saya tak mau karena masih kerja. Eh tiba-tiba dia jambak dan tarik rambut saya,” ujar Resti, dilansir JPNN, Kamis (25/12/2014).

Resti mengaku tak habis pikir dengan tindakan nekat Oni, mengingat antara dirinya dengan Oni sudah tidak ada lagi hubungan spesial. Selepas putus pada waktu SMP silam, Resti menganggap Oni hanya sebatas teman.

“Saya tak tahu kenapa dia minta saya pulang. Dia bukan pacar saya, kok maksa-maksa ajak pulang. Dia cuma mantan waktu SMP, lepas itu kami hanya berteman,” ujarnya.

Resti mengaku sempat mengikuti ajakan Oni untuk pulang karena kalah tenaga dengan Oni. Di tengah perjalanan Resti mencoba berontak yang mebuat Oni murka lalu memberikan pukulan ke arah wajah Resti, sebelum akhirnya dilerai warga sekitar.

“Saya dianiaya di depan orang ramai. Akibat pukulannya, bibir dan wajah saya berdarah,” pungkasnya.

Berikan Komentar