MEDIAJURNAL » Kriminal » Mantan Wamen Kumham Denny Indrayana Resmi Jadi Tersangka Korupsi

Mantan Wamen Kumham Denny Indrayana Resmi Jadi Tersangka Korupsi

Written by on |
Denny Indrayana

Denny Indrayana / viva.co.id

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana resmi ditetapkan Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri sebagai tersangka korupsi dalam kasus pengadaan sistem payment gateway. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Vitri Susanti, salah satu kuasa hukum Denny.

Vitri mengaku telah menerima surat penetapan tersangka untuk Denny pada Selasa 24 Maret 2015 sore. “Sore ini kami menerima surat resmi penetapan tersangka,” ungkap Vitri, dikutip dari Tempo.co, Rabu (25/3/2015).

Dalam surat itu, disebutkan bahwa Denny dijadwalkan menjalani pemeriksaan pertama pada Jumat, 27 Maret 2015 mendatang. Guru Besar Hukum Tatanegara UGM itu akan dijerat dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP tentang Penyalahgunaan Wewenang.

Advertisements

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Brigjen Anton Charliyan, Kepala Divisi Humas Polri mengatakan, dalam kasus pengadaan sistem payment gateway atau pembayaran pembuatan paspor secara online, Denny diduga bertanggung jawab terhadap adanya uang sebesar Rp 605 juta hasil pungutan pembuatan paspor yang mengendap di dua buah rekening.

“Apalagi, pembukaan rekening itu seharusnya atas seizin menteri. Nah ini tidak, rekening itu hanya diketahui pimpro (pimpinan proyek) dan pihak bank swasta,” ujar Brigjen Anton.

Heru Widodo, pengacara Denny lainnya membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Denny legal dan malah menghilangkan praktik pungutan liar dan percaloan. “Jika benar ada dana sekitar Rp 605 juta, maka itu adalah biaya resmi dalam transaksi perbankan yang ada dasar hukumnya, yakni Rp 5.000 untuk setiap transaksi pembuatan paspor, sama sekali bukan pungli,” kata Heru.

Berikan Komentar