MEDIAJURNAL » Dunia » Malu Banyak Kasus Perkosaan, PM India Minta Peran Serta Orang Tua

Malu Banyak Kasus Perkosaan, PM India Minta Peran Serta Orang Tua

Written by on |
Perdana Menteri India Narendra Modi

Perdana Menteri India Narendra Modi / Associated Press

Dalam beberapa tahun belakangan ini India dihebohkan dengan beberapa kasus perkosaan yang secara tidak langsung mempermalukan negara tersebut di mata dunia. Narendra Modi, Perdana menteri India menyatakan bahwa orang tua seyogianya bertanggung jawab atas tindakan anak lelaki mereka.

Narendra Modi mengungkapkan orang tua harus mendidik anak-anak lelaki mereka tentang kebaikan dan keburukan atau mana yang benar mana yang salah, menurutnya hukuman berat terhadap para pelaku pemerkosaan tidak akan memberi dampak positif bila tidak dibantu peran orang tua dalam mendidik anak-anak lelakinya.

“Ketika kami mendengar tentang perkosaan-perkosaan ini, kami menundukkan kepala karena malu, Gadis-gadis muda selalu mendapat banyak pertanyaan dari orang tuanya, seperti ‘kamu mau kemana?’. Tapi apakah orang tua berani bertanya kepada anak lelaki mereka kemana mereka akan pergi,” Ujar Narendra Modi dalam pidato kenegeraan dalam hari kemerdekaan India, Jumat (15/8/2014).

Advertisements

Tindakan pencegahan terhadap aksi pemerkosaan menurut Narendra Modi bisa dicegah, menurutnya para pelaku perkosaan bagaimanapun juga adalah anak lelaki seseorang yang bila dididik oleh orang tuanya dengan benar tentu tidak akan melakukan tindak keji seperti pemerkosaan.

“Mereka yang melakukan perkosaan juga anak lelaki seseorang. Anda harus menghentikan mereka sebelum mereka mengambil jalan yang salah,” jelasnya dilansir dari washingtonpost.com, Jumat (15/8/2014)

Tingkat kasus pemerkosaan di India boleh dibilang sangat mengkhawatirkan, berdasarkan data laporan dari National Crime Records Bureau tahun 2013, mengungkapkan bahwa terjadi 24.923 kasus pemerkosaan di negara tersebut sepanjang tahun 2012, salah satu kasusnya adalah pemerkosaan seorang mahasiswi 23 tahun secara beramai-ramai di sebuah bus di kota Delhi pada Desember 2012 yang menggemparkan dunia.

Berikan Komentar