MEDIAJURNAL » Sosial » Kemkominfo dan Facebook Sepakat Hapus Akun Para PSK di Facebook

Kemkominfo dan Facebook Sepakat Hapus Akun Para PSK di Facebook

Written by on |
Situs Facebook

Situs Facebook

Sejak kasus pembunuhan seorang pekerja seks komersial (PSK) online, Deudeuh Alfi Sahrin, menghebohkan tanah air, masyarakat resah dengan terungkapnya fakta bahwa prostitusi online semakin merajalela. Menyikapi keresahan masyarakat itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bergerak cepat untuk mencegah prostitusi online semakin ‘menggila’.

Rabu, 28 April 2015 kemarin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah bertemu dengan Kepala Kebijakan Global Facebook, Monica, yang berkunjung ke kantornya. Dalam pembicaraannya dengan Monica tersebut, pihak Facebook menegaskan bahwa kebijakan Facebook selama ini sudah sejalan dengan kebijakan yang akan diberlakukan oleh Kemkominfo, yaitu melarang adanya akun media sosial PSK.

“Itu (penutupan akun esek-esek) sama dengan kebijakan Facebook, tadi kami ketemu, dan mereka mendukung,” kata Rudiantara, dikutip dari Republika, Kamis, 30 April 2015.

Advertisements

Melihat fakta bahwa akun-akun pelacur online di Facebook jumlahnya tidak sedikit, maka Rudiantara mengharapkan peran aktif masyarakat khususnya pengguna Facebook dalam melaporkan akun-akun Facebook PSK. “Ini kan jutaan akun, sulit mengawasi satu-satu, ini retail, untuk itu masyarakat harus terlibat dalam pengawasannya,” ujarnya.

Rudiantara juga mengatakan bahwa prostitusi online tak hanya terjadi di situs sosial media Facebook dan Twitter, namun juga di situs lain semisal Youtube atau Path. Rata-rata situs tersebut sudah ada fitur fasilitas penanda (flagging) yang berguna untuk melaporkan akun-akun bermasalah, sehingga diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan fitur itu untuk memerangi prostitusi online semaksimal mungkin.

Berikan Komentar