MEDIAJURNAL » Sosial » Jaksa Tak Berani Usut Dugaan Korupsi Jokowi, Ibu-ibu Gantung Kutang

Jaksa Tak Berani Usut Dugaan Korupsi Jokowi, Ibu-ibu Gantung Kutang

Written by on |
Demo Korupsi Jokowi

Demo Ibu-ibu Menggantung Kutang / kompas.com

Dengan berpakaian serba hitam dan berpayung hitam, belasan ibu-ibu dan beberapa pria yang tergabung dalam komunitas Progress 1998 berdemonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2014).

Para ibu yang berdemo menuntut agar Presiden Terpilih 2014-2019 Joko Widodo diadili atas dugaan korupsi pengadaaan bus transjakarta, melengkapi aksinya para ibu menggantung kutang atau BH di pagar Gedung Kejaksaan Agung.

Ahmad Hasni, Juru bicara aksi ibu-ibu tersebut menerangkan kutang beranaka warna, model dan ukuran yang tergantung di pagar Gedung Kejaksaan Agung jumlahnya sama dengan jumlah ibu-ibu peserta demo.

Advertisements

Kutang tersebut menurut Ahmad adalah bentuk sindiran terhadap para Jaksa yang dianggap tidak punya nyali untuk memeriksa Joko Widodo, menurutnya Jaksa hanya berani mengusut sampai ke mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Udar Pristono.

Jaksa yang tak bernyali memeriksa Jokowi menurut mereka tidak pantas memakai seragam, pantasnya memakai BH atau kutang saja. “Seragam yang mereka (jaksa) pakai itu uang rakyat, tetapi mereka malah melindungi Jokowi dan kasusnya hanya sampai ke kepala dinas. Kalau kayak gitu, mending pakai BH saja,” kata Ahmad Hasni di tengah-tengah aksi, dilansir dari kompas.com, Selasa (30/9/2014).

Menurut anggota komunitas Progress 1998, Kejaksaan Agung malah melindungi Jokowi dan membiarkan dia dan antek-anteknya menikmati uang haram korupsi, hal tersebut menurut mereka adalah bentuk dari tebang pilih dalam penegakan keadilan yang dilakukan kejagung.

“Kejagung melindungi Jokowi. Bapak biarkan Jokowi dan antek-anteknya makan uang. Kami menghendaki Jokowi masuk penjara. Tidak ada tebang pilih,” tandasnya.

Berikan Komentar