MEDIAJURNAL » Lifestyle » Istri Gus Dur Bilang Menikah Beda Agama Boleh Daripada Kumpul Kebo

Istri Gus Dur Bilang Menikah Beda Agama Boleh Daripada Kumpul Kebo

Written by on |
Sinta Nuriyah

Sinta Nuriyah / itoday.co.id

Sinta Nuriyah, Istri Alm Abdurrahman Wahid atau Gus Dur turut mengeluarkan pendapatnya terkait wacana pelegalan pernikahan beda agama di tanah air. Sinta Nuriyah berpendapat bahwa nikah beda agama itu boleh-boleh saja, hal tersebut menurutnya lebih baik daripada seorang pasangan melakukan kumpul kebo.

“Daripada kumpul kebo, Kumpul kebo malah memperbanyak dosa.” kata Sinta di Gedung Energy di bilangan Sudirman, Kamis (25/9/2014) malam.

Sinta Nuriyah menjelaskan bahwa dalam agama Islam bermadzab Syafi’i nikah beda agama boleh dilakukan, namun ada syaratnya, salah satu syaratnya adalah pihak yang beragama Islam adalah pihak laki-laki.

Advertisements

Namun demikian, Shinta berpendapat bahwa untuk zaman sekarang tidak jadi soal yang beragama Islam pihak laki-laki atau pihak perempuan. Sinta juga berkata bahwa akan lebih baik bila seorang muslim yang menikah dengan non muslim pada perjalanan pernikahanya bisa mengajak pasangannya memeluk agama Islam.

“Apalagi kalau pada akhirnya yang Islam bisa mengajak pasangannya. Kan itu lebih baik lagi,” terangnya seperi dilansir dari tempo.co, Sabtu (27/9/2014)

Seperti diberitakan sebelumnya, Sejumlah Mahasiswa dan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) mengajukan uji materi Ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1974 ke MK yang berbunyi “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu.”

Para pemohon uji materi tersebut berpendapat bahwa masyarakat seharusnya diberikan kebebasan dalam pernikahan untuk mengikuti ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya atau tidak tidak mengikuti ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya.

Mereka menyatakan bahwa setiap agama mempunyai hukum yang berbeda tentang pernikahan, hal tersebut membuat adanya ketidakpastian hukum bagi mereka yang ingin melangsungkan pernikahan beda agama bila bunyi Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1974 masih tetap seperti sekarang.

Berikan Komentar