MEDIAJURNAL » Bisnis » Indomaret dan Sampoerna Kerja Sama Larang Anak-anak Beli Rokok

Indomaret dan Sampoerna Kerja Sama Larang Anak-anak Beli Rokok

Written by on |
Siti Rohmah, Kasir Indomaret Cantik

Siti Rohmah, Kasir Indomaret Cantik / Instagram

Dalam pergaulan yang semakin bebas dan tidak terkontrol, para orangtua kini semakin was-was bila anaknya yang masih di bawah umur sudah mulai merokok. Mencegah hal yang ditakutkan para orang tua itu terus terjadi, PT HM Sampoerna Tbk menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomaret) mengadakan program pencegahan akses pembelian rokok ke anak-anak.

Wiwiek Yusuf, Director Marketing PT Indomarco Prismatama, menuturkan bahwa dari data yang dia kantongi, terungkap bahwa 15 hingga 30 juta transaksi setiap tahunnya merupakan pembelian rokok untuk anak-anak dibawah 18 tahun. Maka itu, dia menyambut baik akan adanya program pencegahan akses pembelian rokok ke anak-anak.

“Sehingga kami menyambut baik adanya program ini. Dengan adanya program ini, kami berusaha mencegah anak-anak membeli rokok,” kata Wiwiek di Gerai Indomaret, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2015.

Advertisements

Menurutnya, program ini juga merupakan bentuk nyata Indomaret dalam menjalankan Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 tahun 2012, tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Seperti diketahui, dalam PP tersebut, setiap orang dilarang menjual produk tembakau kepada anak di bawah usia 18 tahun dan perempuan hamil.

Adapun langkah nyata dari program tersebut adalah akan semakin digencarkannya edukasi tentang larangan membeli rokok bagi anak yang belum genap berusia 18 tahun. Selain akan membuat materi-materi edukasi tekstual seperti stiker, wobbler, tent card, gerai-gerai Indomaret juga akan memutar iklan layanan masyarakat mengenai pelarangan pembelian produk rokok oleh anak-anak.

“Kami juga mencoba menjual rokok sesuai dengan peraturan pemerintah. Oleh karena itu, kami akan melakukan dua langkah, edukasi dan iklan,” terangnya, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 5 November 2015.

Sementara itu, Yos Adiguna Ginting , Direktur Hubungan Eksternal PT HM Sampoerna, menjelaskan bahwa program pencegahan akses pembelian rokok ke anak-anak bukanlah hal baru bagi mereka. Program tersebut sebenarnya sudah dimulai secara bertahap sejak tahun 2013 di 4800 retail.

“Kami ingin mencakup seluas-luasnya semampu kami. Tahun 2013, sudah ada 4800 retail dan 2015 sudah 30.000 lebih. Sedangkan di Indonesia ada lebih dari 2 juta ritel Indomaret. Kita lakukan sambil kita menilai mekanisme apa yang akan kita lakukan. Dan program ini tidak hanya berlaku untuk satu produk rokok, tapi semua produk rokok yang dijual,” kata Yos.

Berikan Komentar