MEDIAJURNAL » Kriminal » Ibu Tega Bunuh Anak Kandung Setelah Diprotes Soal Menu Masakannya

Ibu Tega Bunuh Anak Kandung Setelah Diprotes Soal Menu Masakannya

Written by on |
Ibu Lisma Pembunuh Anak

Ibu Lisma Pembunuh Anak / Tribun News

Seorang Ibu di Sumatera Selatan tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri hanya dipicu pertengkaran soal makanan. Kejadian memilukan itu terjadi pada Sabtu, 10 Mei 2015 lalu, di rumah keluarga tersebut di Desa Tanjung Muning, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Ibu anak tersebut diketahui bernama Lisma, 51 tahun, sedangkan anaknya yang telah tewas Bernama Eman Wijaya, 12 tahun. Pada mulanya, sekira pukul 17.00 WIB, Eman pulang dari main dan meminta makan kepada ibunya. Sang ibu kemudian mengambilkan anaknya itu sepiring nasi dengan lauk tumis kangkung dan tahu.

Rupanya Eman tidak suka dengan lauk yang dimasak oleh ibunya itu, kemudian dia makan sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai rumah serta berkata, lebih baik dia mati saja kalau hanya makan dengan lauk kangkung dan tahu. “Kalau saya makan dengan lauk seperti ini terus lebih baik saya mati saja,” ujar Eman kala itu, dilansir Tribun News, Senin 1 Juni 2015.

Advertisements

Entah kerasukan setan apa, Lisma naik pitam mendengar perkataan anaknya itu. Bahkan Lisma menantang balik anaknya, bila memang ingin mati Lisma siap untuk menghabisi nyawa anaknya. “Sini kalu nak mati, aku kapak,” Jawab Lisma setelah mendengar keluhan Eman.

Ancaman Lisma ternyata tidak main-main, dipenuhi dengan perasaan marah terhadap anaknya, Lisma mengambil parang di dapur lalu dengan sadis membacokkan parang tersebut ke bagian leher dan bahu Eman yang sedang makan sebanyak empat kali. Eman yang tak siap menerima serangan ibu kandungnya akhirnya tersungkur jatuh dan tewas di tempat.

Mendapati kegaduhan di rumah Lisma, para tetangga kemudian berdatangan ke rumah tersebut lalu menemukan Eman sudah tewas berlumuran darah di tangan ibu kandungnya. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi, selang beberapa saat kemudian, petugas polisi dari Polsek Gunung Megang datang mengamankan Lisma beserta parang yang dipakai untuk membunuh anaknya.

Kepada petugas, Lisma mengatakan bahwa anaknya itu tidak bisa menerima kenyataan bahwa keluarga mereka adalah keluarga miskin yang tidak bisa memberikan makanan enak setiap hari. “Dia mungkin pengen makan-makanan seperti yang ada di restoran, namun mau bagaimana kami ini orang susah. Tapi mungkin dia tidak bisa menerima kenyataan itu” kata Lisma.

Lisma juga bercerita bahwa Eman sudah biasa makan sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai hingga membuat Lisma marah. “Dia makan sambil marah dan menghentak-hentakan kakinya ke lantai rumah dan itu sudah sering dia lakukan di depan saya.” pungkasnya.

Berikan Komentar