MEDIAJURNAL » Lifestyle » Heboh ‘Pernikahan’ Pasangan Gay Darino (Ratu Airin Karla) dan Dumani

Heboh ‘Pernikahan’ Pasangan Gay Darino (Ratu Airin Karla) dan Dumani

Written by on |
Dumani dan Darino alias Ratu Airin Karla

Dumani dan Darino alias Ratu Airin Karla / Tempo.co

Belum genap sebulan masyarakat Bali dihebohkan dengan pernikahan sejenis antara Tiko Mulya dan Joe Tully, kini kehebohan serupa terjadi di Kabupaten Boyolali, Jawa tengah. Adalah Darino alias Ratu Airin karla dan Dumani, dua orang pria yang membuat heboh karena menggelar acara syukuran pasangan sesama jenis.

Hajatan greget itu digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2015, di Dukuh Germoyo, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Meski acara itu bukanlah upacara pernikahan, namun prosesi acaranya menyerupai upacara pernikahan adat Jawa. Dumani selayaknya pengantin pria, memakai peci dan jas warna hitam, sementara Darino memakai kebaya dengan rambut disanggul.

Ratno, 60 tahun, salah satu kerabat Darino mengungkapkan bahwa Darino adalah seorang lelaki meski penampilan sehari-harinya seperti wanita. Ratno mengatakan bahwa Darino sudah kemayu sejak kecil, tepatnya sejak disunat. Pihak keluarga sebenarnya selama ini menentang hubungan antara Darino dengan Dumani.

Advertisements

“Dia itu laki-laki, anak ragil (bungsu) dari empat bersaudara. Setelah sunat, sudah berperilaku seperti perempuan. Kami sudah sering mengingatkan Darino supaya tidak berhubungan dengan sesama jenis,” ungkap Ratno, dikutip dari Suaramerdeka.com, Senin, 12 Oktober 2015.

Sementara itu, Kepala Kemenag Boyolali, Saerozi, menegaskan bahwa pernikahan sejenis melanggar Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Meski begitu, saat ini pihaknya belum menemukan bukti bahwa hajatan yang digelar Darino dan Dumani adalah sebuah pernikahan.

Bila keduanya terbukti telah menikah, maka Darino dan Dumani terancam hukuman penjara. “Islam dan MUI mengharamkan pernikahan sejenis. Acara itu hanya tasyakuran. kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Polres. Jika ada bentuk pernikahan, jelas melanggar undangundang dan dapat dipidana,” terang Saerozi.

Berikan Komentar