MEDIAJURNAL » Bisnis » Harga Beras Naik 30 Persen, Pedagang: Tak Benar, Cuma Naik 5,6 Persen

Harga Beras Naik 30 Persen, Pedagang: Tak Benar, Cuma Naik 5,6 Persen

Written by on |
Pedagang Beras Cantik

Pedagang Beras / Tempo.co

Dalam beberapa hari ini, beredar kabar yang menyebutkan bahwa harga beras di pasaran telah naik hingga 30 persen per kilogram. Kabar yang juga diperkuat oleh pemberitaan di berbagai media itu pun membuat masyarakat resah. Namun ternyata, dari pantauan di lapangan harga beras tidak naik setinggi itu.

Diwartakan Tribun News, Senin (23/2/2015), harga beras hanya naik berkisar Rp 500 hingga Rp 1000 per kilonya. Fakta itu terungkap ketika Bulog melakukan Operasi Pasar (OP) di Pasar Inpres Pasar Minggu dan di pemukiman warga di wilayah RW 02, 03, 09, dan 11, Kelurahan Manggarai.

Alan, Seorang pedagang beras di kawasan RT 01/03 Kelurahan Manggarai menuturkan, kabar atau berita kenaikan beras hingga 30 persen sama sekali tidak benar. Alan memberikan contoh beras premium yang dia jual sebelumnya dengan harga Rp 9.000 per kilo, sekarang menjadi Rp 10.000 per kilo, atau hanya naik 5,6 persen.

Advertisements

“Sama sekali tidak benar kenaikan sebesar 30 persen itu. Kabar bohong dari mana itu?” ungkap Alan. Alan menambahkan bahwa memang benar dalam tiga bulan terakhir harga beras mengalami kenaikan karena belum memasuki masa panen, namun angka kenaikan harga beras tersebut masih dalam batas normal.

Prof. Sulastri Surono, Ekonom Universitas Indonesia juga turut mengungkapkan pendapatnya terkait isu kenaikan harga beras sebesar 30 persen. Sulastri sepakat dengan fakta lapangan yang diperoleh bulog saat melakukan Operasi Pasar.

Menurutnya, kabar kenaikan harga beras yang sangat tinggi itu akan membuat masyarakat kaget, namun masyarakat akan lebih kaget lagi ketika mendapati fakta di lapangan bahwa kabar kenaikan harga beras hingga 30 persen hanya sebatas isu.

“Itu kabar bohong! Di lapangan tidak setinggi itu, Mungkin masyarakat akan terkejut dengan pemberitaan itu. Namun, mereka akan kembali terkejut, karena di lapangan menemui bahwa kenaikan harga tidak setinggi itu. Jadi, biarkan saja, nanti juga akan reda dengan sendirinya” kata Prof. Sulastri Surono.

Berikan Komentar