MEDIAJURNAL » Kriminal » Guru SMA Pukul Muridnya Hingga Tewas Karena Melawan Saat Ditampar

Guru SMA Pukul Muridnya Hingga Tewas Karena Melawan Saat Ditampar

Written by on |
Ilustrasi Kekerasan

Ilustrasi Kekerasan / Shutterstock

Guru gila! frase itu sangat pas untuk menggambarkan aksi sadis yang dilakukan oleh seorang oknum guru di SMAN 7 Takofi Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate, Maluku Utara, bernama Fajrin alias FS ini. Bagaimana tidak, seorang siswa kelas X11 di sekolah tempat dia mengajar, Yusri H Muhammad (17), dilaporkan tewas setelah dipukul Fajrin.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2015, saat apel pagi di halaman sekolah. Waktu itu, korban datang ke sekolah dengan memakai seragam yang salah. Seharusnya, hari itu korban memakai baju batik, namun korban malah memakai baju olahraga.

Fajrin kemudian menyuruh Korban untuk pulang ke rumahnya mengganti baju olahraga yang dia pakai dengan baju batik. Korban rupanya tidak mau menuruti perintah Fajrin hingga membuat Fajrin marah dan menampar korban di depan teman-temannya.

Advertisements

Diduga karena merasa malu, korban malah melawan balik tamparan yang dilakukan oleh Fajrin. Entah merasa dilecehkan muridnya atau apa, Fajrin refleks memukulkan mistar yang dia bawa ke bagian belakang kepala korban hingga korban tersungkur.

Pukulan itu ternyata cukup telak mengenai korban sampai membuat luka sobek di kepala korban. Korban sempat mengeluarkan busa dari mulutnya sebelum akhrinya pingsan. Pihak sekolah lalu membawa Yusri ke Puskesmas Moti. Saat dalam perjalanan dari Kelurahan Takofi ke Moti Kota, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saat tiba di Puskesmas sekitar pukul 09.00 WIT, dia sudah meninggal sebelum ditangani petugas. Diduga karena pendarahan di kepala,” kata dr Muhammad Sagaf, Kepala Puskesmas Moti, dikutip dari JPNN, Minggu, 11 Oktober 2015.

AKBP Kamal Bahtiar, Kapolres Ternate, membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa penganiayaan seorang guru terhadap muridnya hingga meninggal dunia. Korban sendiri sudah ditangkap polisi dan sudah diperiksa secara maraton. “Kasusnya ditarik ke Polres Ternate untuk ditindaklanjuti,” kata AKBP Kamal Bahtiar.

Berikan Komentar