MEDIAJURNAL » Sosial » Guru Belum Sarjana tapi Bersertifikasi Boleh Mengajar di Kabupaten Ini

Guru Belum Sarjana tapi Bersertifikasi Boleh Mengajar di Kabupaten Ini

Written by on |
Foto Guru Cantik Banget

Guru Cantik / Shutterstock

Tahun 2016 ini merupakan tahun diberlakukannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam salah satu aturan di undang-undang tersebut, seluruh guru atau tenaga pengajar minimal memiliki gelar sarjana, Diploma 4 (D-4) atau Strata 1 (S-1).

Meski begitu, ada beberapa daerah yang mengaku kesulitan bila peraturan tersebut diberlakukan secara kaku. Salah satu daerah yang merasa kesulitan adalah Kabupaten Sampang. Anwar Haryono, Kepala Bidang Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan Sampang menilai Sampang belum siap dengan peraturan tersebut.

Anwar mengatakan, berdasar data dari tahun 2005 hingga 2015, tercatat ada 559 guru di Sampang yang belum jadi sarjana. “Mereka, yang belum diploma atau S-1, tidak diperkenankan mengajar lagi. Dalam 10 tahun terakhir, kami gagal meningkatkan kualifikasi guru, khususnya guru PNS,” kata Anwar, dikutip dari Tempo.co, Selasa, 26 Januari 2016.

Advertisements

Mau tidak mau, lanjut Anwar, Dinas Pendidikan Sampang akan memberikan toleransi khusus kepada beberapa guru yang belum Sarjana. Guru yang belum sarjana namun sudah mendapatkan program sertifikasi tetap akan diperbolehkan mengajar di sekolah, namun tidak untuk guru yang belum bersertifikasi.

“Guru yang belum sarjana dan belum bersertifikasi akan diturunkan jadi pegawai administrasi atau tugas nonguru lainnya,” terang Anwar.

Kata Anwar, amanat undang-undang tersebut membuat Dinas Pendidikan Sampang galau lantaran hingga saat ini Kabupaten Sampang masih kekurangan tenaga pendidik. Jadi, bila 559 guru tersebut langsung dinonaktifkan, akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. “Ini membuat kami dilema,” pungkasnya.

Berikan Komentar