MEDIAJURNAL » Bisnis » Gubernur Ahok Tak Mau Menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta

Gubernur Ahok Tak Mau Menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta

Written by on |
Gubernur Ahok

Gubernur Ahok / Youtube

Sejumlah buruh di DKI Jakarta menuntut kenaikan upah minimum Provinsi (UMP) sebesar 30 persen di tahun 2015 mendatang. keinginan buruh tersebut langsung mendapat tanggapan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok mengaku tidak setuju dengan kenaikan UMP buruh sebesar 30 persen pada tahun depan karena hasil survei kenaikan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) selama lima tahun terakhir tidak pernah sama, hal tersebut artinya kenaikan 43 persen yang pernah terjadi pada UMP DKI Jakarta beberapa waktu lalu tidak bisa dijadikan patokan untuk kenaikan UMP berikutnya.

Ahok mengatakan, untuk menaikan UMP itu menggunakan hasil survei kenaikan nilai kebutuhan hidup layak, bukan hanya bermain dengan perasaan. “Makanya saya bilang kita naikin UMP tuh bukan pakai perasaan, tapi karena hasil survei KHL,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (21/10).

Advertisements

Ahok mengaku sadar, sikapnya kali ini bukanlah sikap yang populer atau disukai buruh, namun Ahok menyatakan bahwa dirinya siap untuk tidak populer di mata para buruh karena telah bekerja berdasarkan konstitusi bukan menuruti permintaan konstituen atau para buruh.

“Saya memang enggak butuh baik atau tidak. Saya hanya taat konstitusi bukan konstituen. Saya juga tidak mau populer hanya karena kalian (buruh). Nanti saya susah pertanggungjawabannya, yang punya pabrik bagaimana, pegawai yang mau kerja bagaimana?” tegasnya, dilansir merdeka.com, Rabu (22/10/2014).

Walau begitu, Ahok tetap akan mengusahakan kesejahteraan kaum buruh pada tahun depan dengan cara menekan semaksimal mungkin laju inflasi di Jakarta. Dengan kontrol inflasi yang baik kebutuhan hidup di Jakarta untuk para buruh akan lebih ringan.

“Kalau kita bisa menekan inflasi, kebutuhan pokok di Jakarta, otomatis KHL di Jakarta akan lebih murah dibanding daerah lain,”¬†pungkasnya.

Berikan Komentar