MEDIAJURNAL » Sosial » Dua Pesilat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Babak Belur Dikeroyok Polisi

Dua Pesilat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Babak Belur Dikeroyok Polisi

Written by on |
Konvoi Pesilat PSH Madiun

Konvoi Pesilat PSH Madiun / Tempo

Diduga karena salah paham, polisi aniaya dua orang pesilat anggota perguruan Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo hingga babak belur. Kedua korban adalah Suwito warga Wonoasri, Kabupaten Madiun, dan Sigit asal Gemarang, Kabupaten Madiun.

Kejadian penganiayaan itu terjadi pada Minggu (9/11/2014) di Jalan Raya Madiun-Surabaya di daerah Balerejo. Sedianya korban dan rombongan pesilat lain saat kejadian akan memasuki wilayah Kota Madiun untuk untuk mengikuti kegiatan Suran Agung.

Sebelumnya, aparat TNI/Polri telah mengeluarkan larangan bagi pesilat untuk konvoi memasuki wilayah Kota Madiun. Saat akan memasuki kota, Suwito, Sigit, dan rombongan dihalau oleh petugas polisi untuk kembali, namun karena jalanan saat itu sedang ramai terjadilah kesalah pahaman hingga polisi mengeroyok keduanya.

Advertisements

“Rombongan kami diminta kembali dan kami sudah menuruti. Tapi, karena kondisi jalan padat jadi tidak bisa cepat. Tiba-tiba ada petugas memukul saya dengan bambu sambil minta rombongan pesilat segera meninggalkan lokasi. Saya dipukul oleh empat atau lima orang polisi sekaligus,” ujar Sigit yang saat ini dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Caruban, Kabupaten Madiun.

Dilansir merdeka.com, Senin (10/11/2014), Denny Setya Nugroho Nasution, Kapolres Madiun AKBP telah menjenguk kedua korban pengeroyokan anggotanya di rumah sakit. Dia menjelaskan, polisi melarang para pesilat melakukan konvoi di kota Madiun lantaran sering terjadi kerusuhan saat acara Suran Agung.

Berikan Komentar