MEDIAJURNAL » Lifestyle » Dua Penambang Batu Akik Tewas Terkena Gas Beracun di Lubang Galian

Dua Penambang Batu Akik Tewas Terkena Gas Beracun di Lubang Galian

Written by on |
Batu Akik Bacan

Batu Akik Bacan / OLX

Lagi, euforia batu akik menelan korban jiwa. Kamis (28/2/2015) dini hari, dua penambang batu akik asal Garut, Jawa Barat, tewas di lokasi penggalian batu akik. Kedua korban, yang menggali batu akik di blok Cigunung Herang, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, itu tewas terkena gas beracun yang berada di dalam lorong galian.

Kedua korban adalah Darsono, 31 tahun, warga Kampung Cigadog, Desa Sukarame, dan Syaripudin, 25 tahun, warga Kampung Pasang, Desa Caringi. Awalnya, Darsono dan Syaripudin melakukan penggalian bersama 3 rekan lainnya, yaitu Wari, 43 tahun, Bilim, 30 tahun dan Mudin, 35 tahun, sejak Rabu (25/2/2015)

Mudin mengatakan, saat kejadian, dirinya bersama Wari dan Bilim sedang berada di luar galian untuk beristirahat, sementara dua rekan lainnya, Darsono dan Syaripudin berada di dalam lubang galian untuk menambang batu akik.

Advertisements

Karena Darsono dan Syaripudin lama tidak keluar dari lubang galian, Wari berinisiatif untuk melihat keadaan di dalam galian. Mudin pun cemas karena Wari yang masuk ke galian untuk mengecek keadaan dua rekan lainnya tak kunjung kembali juga.

Ditemani Bilim, Mudin kemudian mengecek ke dalam lubang. Saat berada di dalam lubang galian itulah Mudin dan Bilim mendapati Darsono, Syaripudin, dan Wari sudah tergeletak. “Begitu di dalam, saya melihat mereka sudah tergeletak,” ujar Mudin, dikutip dari Tempo.co, Sabtu (28/2/2015).

Mudin dan Bilim kemudian berusaha meminta tolong kepada keluarga serta warga kampungnya melalui ponselnya. Karena jarak antara lokasi galian dengan perkampungan relatif jauh, nyawa Darsono dan Syaripudin tak tertolong, sementara nyawa Wari masih bisa diselematkan.

Mudin mengaku tidak ada rasa khawatir saat melakukan penggalian bersama keempat rekannya karena sebelumnya di tempat tersebut aman-aman saja. “Kami tidak curiga apa-apa, karena tidak pernah ada kejadian apa-apa sebelumnya juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ajun Komisaris Basuki Rahmat, Kapolsek Caringin membenarkan pihaknya telah menerima laporan akan adanya dua penggali batu akik yang tewas. Kedua korban tewas saat dalam perjalanan ke Puskesmas.

“Para koran meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas. Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Basuki Rahmat, Jumat (27/2/2015).

Berikan Komentar