MEDIAJURNAL » Kriminal » Dua Orang Pembobol dan Pemalsu Kartu Kredit Bank Mandiri Ditangkap

Dua Orang Pembobol dan Pemalsu Kartu Kredit Bank Mandiri Ditangkap

Written by on |
Kartu Kredit Bank Mandiri

Kartu Kredit Bank Mandiri / stabilitas.co.id

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua orang pelaku pemboboolan kartu kredit bank mandiri, kedua pelaku Bakti Affandi (31) dan Handitya Mahesa Sani (31) masing-masing ditangkap di Plaza Indonesia dan di Tower Palm, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Senin (22/9/2014).

AKBP Didik Sugiarto, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya mengungkapkan, Bakti dan Handitya berhasil ditangkap berkat kerjasama Bank Mandiri dan polisi yang berhasil melacak kedua pelaku tersebut.

“Penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan laporan dari Bank Mandiri terkait pembobolan uang melalui kartu kredit ciptaan dua pria tersebut,” kata AKBP Didik Sugiarto Jumat (26/9/2014), dilansir dari merdeka.com, Jumat (26/9/2014)

Advertisements

Modus yang dilakukan kedua tersangka dalam membobol dan memalsukan kartu kredit Bank mandiri adalah dengan cara membeli data pemilik kartu kredit sejumlah Warga Negara Asing (WNA) di sebuah situs online seharga 15 dolar amerika perdatanya.

Data pemilik kartu kredit tersebut kemudian mereka inputkan ke sejumlah bank di tanah air atas namanya sendiri, dengan begitu kartu kredit tersebut langsung bisa digunakan seperti halnya kartu kredit asli, Bakti dan Handitya diketahui menjalankan operasi pembobolan kartu kredit sudah satu bulan ini.

“Tersangka membeli data pengguna kartu kredit melalui sebuah situs, masing-masing seharga 15 dolar Amerika yang disita ada 35 nama, Dengan menggunakan card writer, data tersebut di input ke dalam fisik kartu kredit Bank Mandiri, Bank Danamon dan BII,” katanya.

Dari kedua tersangka polisi menyita barang bukti satu unit card writer machine, satu unit MacBook, dua unit iPhone, satu unit BlackBerry, dua kartu kredit BII atas nama Bakti Affandi dan Handitya Mahesa Sani, satu kartu kredit Bank Danamon, satu modem merek Vodafone, dan satu unit mobil Toyota Innova B 209 WR warna hitam.

Bakti Affandi dan Handitya Mahesa Sani akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen, juncto pasal 480 KUHP tentang Penadahan, pasal 4, 5 ayat (1) juncto pasal 2 ayat (1) huruf r dan z juncto pasal 10 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencucian uang.

Berikan Komentar