MEDIAJURNAL » Sosial » Butet Kartaredjasa: Florence Sihombing Salah, Tapi Polda DIY Berlebihan

Butet Kartaredjasa: Florence Sihombing Salah, Tapi Polda DIY Berlebihan

Written by on |
Butet Kartaredjasa

Butet Kartaredjasa / Luke Duggleby

Langkah Polda DIY yang melakukan penahanan terhadap Florence Sihombing, Mahasiswi UGM yang lewat akun sosial media pathnya menghina warga Yogyakarta dinilai berlebihan oleh beberapa kalangan, salah satu yang menilai Langkah Polda DIY lebay adalah Seniman Butet Kartaredjasa.

Butet mengakui apa yang telah dilakukan Florence Sihombing dengan menghina warga Jogja adalah perbuatan salah, namun menurutnya¬†penanganan terhadap Florence oleh¬†Polda DIY overacting. “Ya mbok dibebaskan saja. Saya tidak membenarkan Flo, dia tetap keliru. Namun penanganan sampai penahanan itu lebay, overacting,” kata Butet seperti dilansir dari kompas.com, Minggu (31/8/2014).

Seniman 52 tahun tersebut menilai tindakan Polda DIY kurang bijak dan mencoreng citra kepolisian, menurutnya hal tersebut juga menodai nama baik kota Yogyakarta yang terkenal dengan kearifan lokalnya.

Advertisements

“Saya kira polisi bisa mengambil langkah-langkah bijak dalam menangani kasus seperti ini,” ujarnya.

Butet membandingkan kasus yang menimpa Florence Sihombing dengan kasus-kasus besar, seperti pembunuhan wartawan Udin, kekerasan-kekerasan berkedok agama, kasus anjuran anti pluralisme di Jogja, dan premanisme, menurut Butet harusnya polisi menangani kasus-kasus seperti itu, bukan kasus sepele seperi yang dilakukan Florence Sihombing.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sejak Sabtu (30/8/2014) mulai pukul 14.00 WIB, Florence ditahan di ruang tahanan Direktorat Kriminal Khusus (direktorat) Polda DIY, di Ringroad Utara Sleman, meskipun Mahasiswi S2 FH UGM itu menolak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Berikan Komentar