MEDIAJURNAL » Kriminal » Bermodal Printer Epson dan Kertas Linen, Uang Palsu Rp 50 Ribu Dicetak

Bermodal Printer Epson dan Kertas Linen, Uang Palsu Rp 50 Ribu Dicetak

Written by on |
Printer Epson L210

Printer Epson L210 / eurowon.com

Polisi dari jajaran Polsek Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara, berhasil mengungkap kasus pemalsuan uang pecahan Rp 50 ribu yang dilakukan oleh seorang penjaga kantor Camat Sibolga Sambas berinisial DH (36) bersama temannya, seorang pria berinisial BBP (30).

Kasus ini terungkap berkat laporan warga tetangga BBP yang mengetahui bahwa BBP menyimpan uang palsu. Berkat laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap BBP yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Intel Polsek Sibolga Selatan, Iptu Agus Aditama.

“Kapolsek selanjutnya memerintahkan Kanit Reskrim Intel Polsek Sibolga Selatan Iptu Agus Aditama untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman. Selanjutnya pendalaman informasi tersebut meyakinkan,” kata Ipda R Sormin, Humas Polsek Sibolga, dilansir JPNN, Sabtu (27/12/2014).

Advertisements

Polisi akhirnya berhasil menangkap BBP pada 18 Desember lalu saat mengendarai motor matic warna hitam bernomor polisi BB 2668 MQ di Jalan Dolok Martimbang. Polisi yang melakukan penggeledahan di motor palaku menemukan 12 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

“Petugas menangkap BBP di Jalan Dolok Martimbang. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata benar, ada 12 lembar uang pecahan Rp50.000 dari dalam bagasi motornya, yang dibalut dengan jas hujan. Setelah dicek ternyata benar uang itu palsu,” lanjutnya.

Dari keterangan BBP, polisi lalu meluncur ke rumah DH di Jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas. “Ternyata uangnya dari DH. Langsung kita jumpai DH ke rumahnya dan menggeledahnya,” terangnya.

Dari rumah DH, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 1 unit printer warna hitam merek epson tipe L 210, 1 bilah pisau karter merah, 1 buah penggaris bening dengan panjang 30 cm yang digunakan DH sebagai alat mencetak uang palsu.

“Kita temukan barang bukti lainnya yang diduga digunakan oleh tersangka untuk mencetak uang palsu itu,” lanjutnya.

Dalam penyelidikan sementara terhadap dua pelaku, diketahui bahwa DH merupakan otak utama sekaligus pencetak uang palsu itu menggunakan kertas linen. Sementara BBP bertugas memotong-motong uang palsu yang telah dicetak menggunakan penggaris bening dan pisau karter.

Akibat perbuatannya itu, baik BBP dan DH akan dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 dari UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dan pasal 244 subsider 245 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Berikan Komentar