MEDIAJURNAL » Bisnis » Bank Mandiri Syariah Dibobol Pegawainya Sendiri Hingga Rp 45 Miliar

Bank Mandiri Syariah Dibobol Pegawainya Sendiri Hingga Rp 45 Miliar

Written by on |
Pegawai Bank Mandiri Syariah

Pegawai Bank Mandiri Syariah / teropongbisnis.com

Manajer Marketing Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Gatot Subroto berinisial AA, 42 tahun, dan Trade Spesialist Officer Kantor Pusat BSM berinsial FSD, 38 tahun, ditangkap polisi atas tuduhan pembobolan bank senilai Rp 75 Miliar.

Polisi juga sudah mengamankan Otak dari aksi tersebut, yaitu ID, 42 tahun yang bukan merupakan pegawai BSM. Sedangkan pelaku lainnya adalah RS, 37 tahun. Kasus ini bermula saat SW, direktur utama PT Post Property menitipkan cek sebesar Rp 75 miliar kepada ID untuk diuruskan proses depositonya.

Namun ID hanya mendopositokan uang SW sebesar Rp. 50 miliar saja, sementara sisanya yang Rp 25 miliar dia gunakan bersama, AA, FSD, dan RS untuk keperluannya sendiri. Selang beberapa waktu kemudian, SW menanyakan depositonya yang ternyata kurang Rp 25 miliar, hal tersebut membuat ID panik.

Advertisements

Tak kehilangan akal, ID mencoba mencari uang untuk menutup kekurangan deposito SW dengan cara mencairkan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Dengan bantuan AA dan FSD yang merupakan orang dalam BSM, ID dibuatkan dokumen seolah-olah ID bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang memiliki proyek pembangunan 50 unit vila di Jimbaran.

Dengan dokumen palsu buatan AA dan FSD, SKBDN yang diajukan ID akhirnya cair dengan nilai Rp 45 miliar. Uang tersebut digunakan untuk menutup kekurangan deposito PT Post Property milik SW, sementara sisanya sekitar RP 20 miliar dibagi bersama tersangka lain.

Ajun Komisaris Besar Arie Ardian, Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengatakan, ID memang selama ini dikenal sebagai orang yang sering melakukan penggelapan dana bank. “ID ini memang pemain,” ujar Arie Ardian di Polda Metro Jaya, Senin (2/2/2015).

Diwartakan, Tribun News, Selasa (3/1/2015), Pasal 263 KUHP, 372 KUHP dan 378 KUHP tentang pemalsuan dokumen, penggelapan dan penipuan akan digunakan polisi untuk menjerat dua pegawai BSM, yakni AA dan FSD itu. Keduanya terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Berikan Komentar