MEDIAJURNAL » Sosial » Anak-Anak Wajib Punya “KTP Anak” Bernama Kartu Identitas Anak (KIA)

Anak-Anak Wajib Punya “KTP Anak” Bernama Kartu Identitas Anak (KIA)

Written by on |
Mendagri Tjahjo Kumolo

Mendagri Tjahjo Kumolo / kemendagri.go.id

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, segera memberlakukanĀ kebijakan setiap anak yang belum berusia 17 tahun wajib mempunyai kartu identitas semacam kartu teanda penduduk (KTP). Tjahjo menyebut kartu identitas tersebut dengan istilah Kartu Identitas Anak atau KIA.

Kebijakan yang diatur dalam Permendagri No. 2 Tahun 2016 itu akan memberikan dua jenis KIA pada anak. KIA kategori pertama untuk anak yang berusia di bawah 5 tahun atau balita, sedangkan KIA kategori kedua akan diberikan pada anak berusia 5 hingga 17 tahun.

“Ada dua jenis KIA antara lain, untuk usia anak 0-5 tahun dan 5-17 tahun,” kata Tjahjo Kumolo kepada wartawan, Kamis, 11 Februari 2016.

Advertisements

Bila mengacu pada Permendagri No. 2 Tahun 2016 tersebut, maka KIA untuk anak balita akan dikeluarkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran. Sedangkan anak yang belum berusia 5 tahun dan ingin mengajukan permintaan KIA syaratnya adalah fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran asli, KK dan KTP asli orang tua/Wali.

Sama dengan akta kelahiran, KIA akan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. “KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota,” terang Tjahjo, dikutip dari JPNN, Jumat, 12 Februari 2016.

KIA, menurut Tjahjo, adalah bentuk nyata tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara. “Juga sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga Negara,” tutupnya.

Berikan Komentar