MEDIAJURNAL » Nasional » Akbar Tanjung: Munas Golkar 30 November 2014 di Bali Baiknya Ditunda

Akbar Tanjung: Munas Golkar 30 November 2014 di Bali Baiknya Ditunda

Written by on |
Akbar Tanjung / rmol.co

Akbar Tanjung / rmol.co

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengadakan pertemuan tertutut Dewan Pertimbangan Partai Golkar di Kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (27/11/2014) malam. Dari hasil pertemuan tersebut, Akbar Tanjung meminta Munas ke IX partai Golkar yang rencananya akan berlangsung 30 November 2014 di Bali ditunda.

“Sebaiknya waktu pelaksanaan Munas IX Partai Golkar pada tanggal 30 November sampai 3 Desember 2014 ditunda dan sekaligus digunakan untuk menyempurnakan persiapan Munas, khususnya yang berkaitan dengan materi-materi Munas, terutama untuk merespon berbagai perkembangan dan dinamika internal dan eksternal partai,” kata Akbar Tanjung sebagaimana diwartakan merdeka.com, Jumat (28/11/2014).

Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar juga akan bergerak aktif menengahi konflik internal partai Golkar yang melibatkan kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono. Hal tersebut dilakukan Wantim sebagai langkah untuk menyukseskan target partai Golkar menjadi pemenang pemilu 2019.

Advertisements

“Sehubungan dengan hal itu, wantim akan mengambil langkah-langkah secara aktif untuk menjembatani dan melakukan mediasi pihak-pihak yang bertikai demi keutuhan dan soliditas partai guna menjamin suksesnya agenda-agenda organisasi dan politik menuju kemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2019,” terangnya.

Terkait dengan adanya presidium penyelamat partai Golkar yang dibentuk oleh beberapa orang kader partai Golkar, Akbar Tanjung menyatakan bahwa organisasi atau kelompok tersebut ilegal karena bertentangan dengan AD/ART partai Golkar.

“Pembentukan kelompok tersebut nyata-nyata bertentangan dengan AD/ART dan tradisi Partai Golkar yang selalu mengedepankan prinsip konstitusionalitas serta dilandasi semangat musyawarah mufakat,” pungkasnya.

Berikan Komentar