MEDIAJURNAL » Bisnis » Abaikan Gaji di Atas 200 Juta, Karen Agustiawan Pilih Ngajar di Harvard

Abaikan Gaji di Atas 200 Juta, Karen Agustiawan Pilih Ngajar di Harvard

Written by on |
Karen Agustiawan

Karen Agustiawan / rimanews.com

Karen Agustiawan memutuskan untuk berhenti dari posisinya sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), alasan pengunduran diri Karen Agustiawan menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah ingin fokus mengurus dirinya serta keluarganya dan kesibukannya dirinya yang telah diterima mengajar di Harvard University, Boston, Amerika Serikat (AS).

“Beliau ingin mengurus dirinya sendiri dan mengajar untuk di Harvard, dan sudah disurati terus oleh Harvard kapan memulainya,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Dahlan mengaku sudah tidak bisa menahan Karen Agustiawan agar menunda pengunduran dirinya, dia juga menjelaskan bahwa Karen akan secara resmi mengundurkan diri per tanggal 1 oktober 2014. “Kali ini saya tidak mampu menahan lagi, tetapi saya minta jangan dadakan, dan beliau akan mengundurkan 1 Oktober,” jelas¬†Dahlan.

Advertisements

Karen Agustiawan sendiri dengan posisi sebagai Direktur Pertamina digaji dengan bayaran yang relatif besar. Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus Pengamat BUMN mengungkapkan bahwa gaji dirut Pertamina di atas 200 juta, cukup besar meskipun lebih rendah dari gaji dirut perusahaan swasta di sektor dan industri yang sama.

“(Gaji dirut Pertamina) di atas Rp 200 juta per bulan, Jauh lebih tinggi (swasta), minimal dua kali lipat,” kata Said Didu dilansir dari detik.com, Senin (18/8/2014)

Said Didu menambahkan bahwa tekanan yang ada di BUMN juga cukup besar terlebih bagi seorang direktur utama, menurutnya pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan agar orang-orang baik seperti Karen tidak ada lagi yang mengundurkan diri dari BUMN.

“Ketidaktegasan pemerintah bisa menyebabkan mundurnya orang-orang baik di pimpinan BUMN,” pungkasnya.

Berikan Komentar